Thor: Ragnarok (2017) ; Counter Skeptis


Review Share to
Sutradara: Taika Waititi
Penulis: Eric Pearson, Craig Kyle, Christopher Yost
Pemeran: Chris Hemsworth, Tom Hiddleston, Cate Blanchett, Idris Elba, Jeff Goldblum, Tessa Thompson, Karl Urban, Mark Ruffalo, Anthony Hopkins
Genre: Superhero, Fantasy, Action, Comedy
Durasi: 130 Menit

Source : You Tube

Bayangkan jika Kawan Kutu menjadi seorang Gladiator. Saat ini Kawan Kutu sedang mempersiapkan diri di dalam sebuah lorong gelap dan lembab, mencoba untuk fokus pada pertarungan yang akan dihadapi. Terdengar suara penonton bergemuruh, membuat adrenaline kalian semakin menderu. Pikiran seakan kosong, hingga kalian bahkan melupakan momen terindah yang pernah kalian jalani, mencoba menyimpannya untuk diingat kembali ketika hidup sudah menjadi jawaban pasti.

Suara jantung sendiri seolah menjadi musik pengiring, hembusan nafas seolah menjadi pengingat. Ketika seorang penjaga membuka pintu besi yang menghalangi tempat kalian duduk dan arena tempat hidup di ujung tanduk, seketika semua rasa takut masuk. Sekelebat kemudian penjaga memanggil nama kalian, dengan tatapan ke depan namun langkah sedikit tertahan, kalian memilih sebuah perisai sebagai pelindung, dan mengambil sebilah pedang tempat hidup kalian menggantung. Sorak sorai penonton semakin terasa saat kalian melanjutkan langkah menuju setitik cahaya yang ironisnya justru menjadi tempat menyabung nyawa. Ketika kalian berjarak satu langkah dari lorong dan arena, cahaya menyeruak masuk ke sela-sela mata, sesaat kalian menikmati itu karena mungkin itu yang terakhir.

Penonton kemudian terdiam ketika langkah kalian mengantar tubuh berdiri di 1/4 bagian arena. Kalian lihat sekeliling, ada kandang-kandang yang menghalangi penghuninya untuk keluar. Nyali kalian menciut, namun kemenangan harus direbut. Seiring dengan tanda yang diberikan oleh sang kaisar, gemuruh penonton kembali membahana, dan kandang-kandang dibuka. Kalian menggenggam pedang dengan erat, menutup tameng dengan rapat, hanya untuk melihat bahwa isi kandang tersebut merupakan kawanan kuda poni warna-warni yang ternyata harus kalian jinakkan. Tidak ada ada musuh berbadan lebar berdada besar, atau harimau dan singa yang siap menerkam. Hanya sekawanan kuda poni berwarna-warni.

Apa yang kalian rasakan?

Source : You Tube

Jawaban kalian adalah perasaan saya ketika menyaksikan 130 menit penuh keajaiban yang dihadirkan Taika Watiti dalam installment ketiga Sang Dewa Petir Asgard, Thor, dengan tajuk ‘Ragnarok’. Trailer-trailer yang keluar memang sudah menyiratkan bahwa Thor kali ini akan memiliki tone yang lebih cerah dan lebih ringan dengan beberapa komedi yang sudah diperlihatkan. Tapi sejak terakhir menyaksikan Dark World sekitar 4 tahun lalu, saya tidak pernah memiliki pikiran liar bahwa Thor akan menjadi secerah, “seaneh”, sekonyol, dan semenarik ini. Eric Pearson yang didapuk sebagai screenwriter untuk film ini mampu memberikan sebuah script yang renyah dan mengalir, dan tentunya mampu diaplikasikan oleh Taika Waititi ke dalam adegan dengan amat baik.

Seperti yang kita ketahui, Thor memiliki deretan cast mumpuni untuk menghadirkan sebuah film superhero yang tegang dan memiliki tensi tinggi. Chris Hemsworth, Tom Hiddleston, Idris Elba, Anthony Hopkins, dan Cate Blanchett seolah sudah menjadi jaminan mutu apabila film ini ingin dibawa ke arah yang lebih serius dengan banyak adegan chaos. Tajuk Ragnarok yang dapat diartikan sebagai kiamat, serta hadirnya Hulk sebagai salah satu karakter pendukung menambah keyakinan bahwa apabila Michael Bay ingin membuat sebuah film superhero dengan banyak ledakan, mungkin Thor: Ragnarok adalah film yang tepat.

Image Source : https://www.hdwallpapers.in

Tetapi alih-alih terpaku pada adegan chaos, pertempuran tanpa arti, dan ledakan di sana-sini, Taika Waititi memilih untuk membuat sosok Thor seolah kehilangan wibawa sebagai seorang Dewa Asgard (in a good and funny way), sosok Loki yang licik terlihat seperti anak kecil melihat hantu saat melihat Hulk, dan sosok Hulk sang incredible yang terlihat seperti badut namun dengan otot dan kekuatan mengagumkan. Hal tersebut justru membuat film ini lebih dinamis dan seimbang, sehingga ketika adegan pertempuran harus ditampilkan, adegan tersebut menjadi adegan yang cukup memorable. Ketika kebanyakan film superheroes mencoba untuk menjadi dark, Thor: Ragnarok mencoba untuk memberikan hiburan yang ringan, dengan sosok superhero ditambah bumbu komedi segar yang ramah untuk usia remaja dan dewasa.

Source : You Tube

Beberapa cameo membuat film ini semakin memiliki nilai tambah, dan penyambungan cerita dari post credit Doctor Strange di film ini dilakukan dengan cukup rapi sehingga tidak meninggalkan plot hole yang berarti. Kehadiran Hulk yang di awal pasti membuat penonton mengerenyitkan dahi akhirnya akan terjawab tuntas seiring berjalannya durasi. Pemilihan soundtrack serta scoring yang mengentalkan rasa retro dengan musik ala-ala game 64 bit membuat Thor terasa memiliki ambience tersendiri. CGI yang ditampilkan pun cukup halus dan mampu membaur dengan adegan tanpa terasa kasar di mata. Sayangnya dengan durasi 130 menit, jalan cerita sedikit terasa dipakasakan untuk diperpanjang yang membuat pace film melambat di pertengahan. Selain itu, meskipun penyambungan adegan dengan film Doctor Strange minim plot hole, beberapa adegan utama justru memiliki sedikit plot hole yang cukup untuk membuat penonton berhenti sejenak dan mencoba mencerna adegan. Kekurangan lainnya terasa pada minimnya eksplorasi mendalam pada karakter Hela, dimana ia sebagai penyebab utama Ragnarok seharusnya memiliki latar belakang cerita yang lebih kuat dan jumlah scene yang lebih banyak.

Namun di luar itu semua, Thor: Ragnarok berhasil menghadirkan sebuah sajian yang amat menghibur. Dengan unsur komedi yang mendominasi hampir 85% durasi, film ini menjadi salah satu film Marvel terbaik yang pernah diproduksi.

Rating: 8.5/10. 

A really fresh presentation from Taika Waititi
Source : You Tube

p.s: There are 2 post credit scene for this movies. Better stick yo ass a little longer.

Memorable line :

Thor : “We’re the same you and i. Just a couple hotheads and fool”

Hulk : “Yeah same. Hulk like fire, Thor like water”

Thor : “Well, ┬ákinda both like fire”

Hulk : “Hulk like raging fire, Thor like smoldering fire”


Kutu Klimis

Just sit and talk about football, Manchester United, or movies, and we will be good buddies in no time.