Teman Tapi Menikah (2018): Love Will Always Find Its Way


Review Share to
Sutradara: Rako Prijanto
Penulis: Ayudia Bing Slamet, Ditto Percusion
Pemeran: Adipati Dolken, Vanesha Prescilla, Cut Beby Tsabina, Refal Hadi, Denira Wiraguna, Sari Nila, Sarah Sechan, Iqbaal Ramadhan
Genre: Drama
Durasi: 103 Menit
Credit: Sidomi.com

Bagi saya, hal yang sedikit tricky bagi sebagian kita dalam menikmati hidup adalah memiliki tujuan. Kita dapat berusaha semaksimal mungkin, sukses dengan cepat, kaya raya, atau dianggap sudah memiliki segalanya, tetapi bila kita tidak memiliki tujuan pasti akan apa yang kita jalani, apa-apa yang kita punya hanya akan menjadi hal yang semu belaka.

Berbeda dengan Ditto (setidaknya itu yang saya tangkap disini) sejak ia berusia anak-anak, Ia tahu bahwa dirinya menggemari sesosok wanita (yang juga masih anak-anak saat dia anak-anak) bernama Ayu. Tapi saat itu ketertarikan Ditto hanyalah sebatas layar kaca. Anggaplah seperti saat ini saya dengan Pevita Pearce misalnya. Ditto seperti tersihir kala menyaksikan Ayu di layar kaca dalam salah satu sinetron lawas “Doaku Harapanku”. Ketika Ia akhirnya menjajaki bangku SMP, barulah Ia menyadari bahwa sepertinya ada konspirasi dari semesta yang membuat anak usia kisaran 13 tahun memiliki satu tujuan yang (hampir) pasti dalam hidupnya, dimana ternyata Ayu yang ia gemari dalam layar kaca, masuk ke sekolah yang sama dengannya.

Credit: Netz.id

Film dengan durasi 103 menit arahan Rako Prijanto ini merupakan film drama percintaan yang ringan dan termasuk fun untuk dinikmati. Diangkat dari kisah cinta di dunia nyata antara Muhammad Pradana Budiarto, atau yang lebih dikenal dengan nama Ditto Percussion, dan Ayudia Chaerani Albar atau Ayudia Bing Slamet, #TemanTapiMenikah menyajikan tampilan cerita yang cukup segar. Pernikahan Ditto dan Ayu sempat booming di medio 2015 dan “heboh” dengan kalimat “apa rasanya menikahi teman sendiri?” yang kemudian diangkat menjadi buku dengan judul yang sama dengan film ini. Praktis, kita akan menyaksikan sebuah tayangan dimana kita telah mengetahui bagaimana endingnya. Butuh lebih dari sekadar cerita untuk memancing orang datang menonton, dan kemasan yang dibuat sejauh ini, saya rasa cukup berhasil untuk menarik minat penonton.

Mendapuk duet idola remaja masa kini untuk memerankan karakter Ditto dan Ucha, #TemanTapiMenikah berharap duet Adipati Dolken dan Vanesha Priscillia mampu menghidupkan kisah cinta yang sejujurnya bagi saya lebih manis dari drama ala Cinta dan Rangga, kisah cinta segitiga di Ayat-ayat Cinta, bahkan Romeo dan Juliet yang sudah terkenal sepanjang masa sekalipun, karena ini nyata. Setelah menyelesaikan film ini kemarin, bagi saya Adipati dan Sasa cukup sukses membawa dan menghidupkan film ini.

Karakter Ditto dan Ucha dibawakan dengan cukup lepas dan tidak terkesan kaku dalam bayang-bayang sosok aslinya. Cerita yang digarap pun cukup apik menyeret kita ke dalam nostalgia momen romantis bagi pasangan tersebut dan cukup merasakan bagaimana naik dan turunnya kisah mereka. Tone dan sinematografi yang ditampilkan cukup memanjakan mata dan tidak berlebihan, scoring serta pemilihan lagu tema pun dilakukan dengan cukup baik yang membuat lagu-lagu yang ada mampu turut menunjang jalinan cerita.

Credit: Netz.id

Sayangnya bagi saya film ini kurang pendalaman dalam beberapa aspek pada sosok Ditto dan Ucha. Fakta dimana mereka merupakan sahabat sejak lama tidak tertampil dalam momen kedekatan antar karakter dan keluarga masing-masing (atau memang faktanya begitu?) dan juga cerita yang ada seolah benar-benar terlalu berfokus pada keduanya tanpa mencoba untuk sedikit mengembangkan aspek lain. Entah dilakukan guna menjaga fakta yang ada, atau mungkin untuk menjaga durasi, hanya saja apabila ada pengembangan di beberapa poin tertentu akan menambah solidnya jalan cerita.

Poin penting yang dapat saya ambil dari #TemanTapiMenikah adalah tentang bagaimana cinta dapat mengendalikan kita. Bagaimana rasa suka, rasa sayang, dan rasa cinta kita terhadap seseorang mampu membawa kita untuk melakukan hal yang bahkan mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Memang ada dua sisi dari hal tersebut  dimana kita akan memaksakan diri untuk mencintai satu orang dengan mengorbankan segalanya namun akhirnya sia-sia, atau kita dapat melakukan yang terbaik untuk diri kita sendiri agar kita dapat membahagiakan orang tersebut, dan beruntungnya Ditto ada di posisi kedua. Mencintai Ucha membuat Ditto memiliki tujuan pasti dalam hidupnya, dan push him into the best version of himself.

Credit: IDN Times

Dukungan dari pemeran lain yang memerankan mantan-mantan mereka yang diperankan oleh Cut Beby Tsabina, Refal Hadi, Denira Wiraguna, Sari Nila, Sarah serta penampilan dari Iqbaal, yang di satu sisi membuat saya seolah menyaksikan Dilan Alternate Universe, tetapi di sisi lain saya akui mampu membawa cerita menjadi cukup berkembang.

Secara keseluruhan, film #TemanTapiMenikah merupakan salah satu hiburan yang cukup sayang apabila dilewatkan. Kita akan dibawa pada perjalanan penuh keajaiban dari kisah Ditto dan Ucha, sembari meyakini, bahwa memang untuk Cinta, semuanya pasti akan menemukan jalannya.

Rating: 7.8/10

Memorable Line:

Ditto: “Cha, mau ga nikah sama gue?”

Ucha: “Secepet ini to?”

Ditto: “Ya buat lo cepet, gue nunggu 12 taun kali buat ini”


Kutu Klimis

Just sit and talk about football, Manchester United, or movies, and we will be good buddies in no time.