A Series of Unfortunate Events: Season 1


Review Share to

 

Produser: Mark Saudis, Barry Sonnenfeld
Pemeran: Neil Patrick Harris, Patrick Warburton, Malina Weissman, Louis Hyness, dan K. Todd Freeman
Genre: Drama, Adventure, Family
Episode: 8

Look away, look away. This show will wreck your evening, your whole life and your day. Every single episode is nothing but dismay.

Di atas adalah lirik dari lagu pembuka serial yang hadir pada 13 Januari lalu. A Series of Unfortunate Event adalah sebuah adaptasi dari seri novel yang ditulis oleh Daniel Handler, atau yang juga dikenal dengan alias Lemony Snicket. Yang membuat unik adalah Snicket sendiri hadir dalam buku-bukunya, dan ia bertindak sebagai narator.

Hal itu pun tak luput untuk diangkat, di mana serial ini berjalan dari sudut pandang sang narator, Lemony Snicket. A Series of Unfortunate Event bercerita tentang tiga anak-anak Baudelaire, Violet (Malina Weissman), Klaus (Louis Hynes), dan Sunny (Presley Smith).

Mungkin banyak Kawan Kutu yang tak asing dengan karya Lemony Snicket. Lagipula judul A Series of Unfortunate Event sendiri pernah diangkat ke layar lebar pada 2004. Film tersebut dibintangi oleh Jim Carrey dan juga Meryl Streep, Kawan Kutu ada yang pernah menontonnya?

Seperti yang tertera dalam judulnya, ketiga anak Baudelaire mengalami serangkaian kejadian yang kurang beruntung. Diawali dari berita bahwa orang tua mereka tewas karena rumahnya terbakar. Lalu ketiga anak yatim piatu ini harus diserahkan kepada “guardian” atau wali yang sah sebagai pengganti orang tua mereka.

Oh ya, diceritakan bahwa Baudelaire adalah salah satu keluarga yang memiliki martabat tinggi. Mereka terkenal dan menjadi salah satu keluarga terpandang yang ada. Maka dari itu ada banyak orang yang mengincar harta kekayaan keluarga ini. Ya, salah satunya adalah Count Olaf (Neil Patrcik Harris).

Selain dari jalan ceritanya, salah satu yang paling saya suka dalam film ini adalah bagaimana para produser begitu memperhatikan berbagai detail dalam eksekusinya. Salah satu contohnya adalah pengembangan dari tiap karakter. Hal itu tak hanya berlaku untuk para karakter tetap saja, melainkan juga pada karakter pendukung. Ya, termasuk karakter yang hanya tampil di satu episode saja.

Nuansa yang dibangun terbilang konsisten sepanjang delapan episode. Mulai dari suasanya yang “menyedihkan”, hingga rasa optimisme yang selalu muncul di kala situasi semakin berbahaya. Namun yang paling tak terduga adalah banyaknya komedi yang disisipkan di berbagai adegan. Komedinya pun beragam bentuknya, mulai dari dialog hingga gestur para pemerannya.

Bisa dibilang, serial ini cocok untuk kalian yang senang dengan film-film sejenis karya Tim Burton. Ya tipikal visual dengan elemen-elemen yang sedikit banyak jauh dari realita. Oh ya, jangan dulu terpengaruh oleh lagu pembukanya, karena menurut saya serial ini sangat menghibur dan mudah dinikmati.

Sebagai informasi, A Series of Unfortunate Event nyatanya memiliki 13 buku. Nah di season pertama ini, materi yang digunakan baru dari empat buku saja. Jadi tenang saja untuk Kawan Kutu yang belum menontonnya, karena perjalanan Baudelaire masih panjang. Selain itu, Netflix juga telah mengumumkan untuk season keduanya di tahun depan.

Rating: 8/10


Kutu Kasur

"Most of us are losers most of the time, if you think about it." - Richard Linklater