Kita Sambut, ‘Captain Marvel!’


News Share to

Sudah menyentuh angka ke-10 Marvel membentuk universe nya ke dalam dunia Film. Berbagai pilihan variatif dari beberapa superhero yang ditawarkan Marvel Studios sangatlah banyak. Dimulai dari manusia pintar dengan perangkat teknologinya, Iron Man, prajurit super, Captain America, kehidupan para Dewa di Thor, bahkan ada ahli sihir, Dr. Strange, dan superhero terkecil pun divisualkan melalui film Ant-Man. Namun ketika banyak pilihan variatif atas karakter-karakter tersebut, Marvel Studios dirasa masih kurang dalam mengangkat film superhero yang dipimpin oleh perempuan.

Akhirnya pada tahun 2016, di San Diego Comic-Con, Marvel Studios mengejutkan penggemar dengan mengumumkan bahwa Carol Danvers, a.k.a Captain Marvel, akan dibuatkan film layar lebarnya. Ini akan menjadi film superhero pertama dari Marvel  Studios yang dipimpin wanita. Dan yang lebih menyenangkan adalah pemenang Academy Awards, Brie Larson, yang akan memerankan Carol Danvers.

Captain Marvel adalah superhero wanita pertama Marvel yang mempunyai film solonya sendiri. Ia direncanakan tayang di bioskop pada tahun 2019. Pada awal tahun ini juga, Marvel mengumumkan bahwa Black Widow akhirnya akan mendapatkan film spin-off sendiri. Meskipun keterlibatan Scarlet Johansson masih belum dikonfirmasi.

Dengan “Captain Marvel” memasuki bioskop pada Maret 2019, mari perjauh wawasan Kawan Kutu dengan mengenal lebih dekat siapa itu Captain Marvel dan Carol Danvers. (Hati-hati spoiler!)

(Sumber: Marvel Studios)

Siapakah Carol Danvers?

Carol Danvers membuat debut komiknya di tahun 60-an, dan karakter tersebut telah mengalami beberapa perubahan selama bertahun-tahun. Dalam backstory aslinya, Danvers adalah seorang perwira Angkatan Udara AS di pangkalan militer. Carol bertemu Dr. Walter Lawson, seorang Kree yang telah mengambil bentuk manusia. The Kree, pertama kali diperkenalkan pada The Guardians of the Galaxy. The Kree, spesies asing berteknologi maju dan militeristik, dan Lawson dikenal sebagai Kapten Marvel (atau Mar-Vell).

Ketika perangkat Kree meledak di pangkalan, Carol terperangkap dalam ledakan. Mar-Vell mampu menyelamatkan hidupnya, tetapi kecelakaan itu memadukan DNA manusia dengan DNA Kree, mengubahnya menjadi hibrida, dan Captain Marvel lahir. Selama tahun ’70 -an, Captain Marvel menjadi Ms. Marvel, dengan menganut serta membela ke gerakan feminis pada zaman itu.

Menurut Entertainment Weekly, Captain Marvel tidak akan benar-benar mengambil cerita persis di komiknya, karena film ini akan berpusat pada bagaimana Carol menerima kekuatannya dan langsung meninggalkan Bumi untuk bergabung dengan tim elit militer Kree yang disebut Starforce, yang dipimpin karakter Mar-Vell yang diperankan oleh Jude Law.

(Sumber: Marvel Studios)

Set di era 90-an

Captain Marvel direncanakan sebagai prekuel untuk Marvel Cinematic Universe, seperti film Captain America: The First Avengers ketika dirilis pada tahun 2011. Pihak Marvel Studios sendiri telah mengonfirmasi bahwa setting film ini akan terjadi pada pertengahan tahun 90-an. Alasan berlatar tahun 90-an dikarenakan pertama, Captain America masih terjebak di dalam es, dan bahkan belum ditemukan. Kedua, Tony Stark bahkan belum membangun setelan Iron Suit-nya. Kelahiran The Avengers seperti yang kita ketahui sekarang masih jauh sekali pada saat itu, sehingga hal ini akan lebih memperdalam lagi Universe Marvel sendiri.

(Sumber: Marvel Studios)

Namun, S.H.I.E.L.D sudah terbentuk saat itu, dan film ini akan memperkenalkan penonton ke versi yang jauh lebih muda dari Nick Fury (Samuel L. Jackson). Kedua mata Fury masih utuh di film Captain Marvel, dan belum jelas apakah Fury akan kehilangan matanya di “Kapten Marvel.”

Film Captain Marvel ini tampaknya siap untuk mengisi kekosongan pada apa yang terjadi antara Captain America ketika terjebak di es dan pembentukan The Avengers beberapa tahun kemudian. Dan hal ini bisa terbukti dan menjadi kunci dalam mengalahkan Thanos nanti di Avengers 4.

Pada akhir Avengers: Infinity War (2018), Nick Fury mengirimkan panggilan darurat sebelum menghilang akibat jentikan Thanos yang terkenal itu. Logo yang muncul di layar, seperti yang diketahui fans, adalah milik Captain Marvel.

Kree Vs. Skrulls

Captain Marvel sebenarnya terjadi ketika Perang Kree-Skrull, sebuah cerita besar-besaran dari komik Avengers di era 70-an, yang menunjukkan perang antargalaksi antara dua ras alien. Komik memperkenalkan dua elemen kunci ke alam semesta Marvel yaitu Inhumans, sekelompok manusia super pada awalnya diciptakan oleh Kree untuk membantu menghancurkan Skrulls.

(Sumber: The Hollywood Reporter)

Wajah Baru di Captain Marvel

Jude Law akan memainkan Walter Lawson, mentor Danvers di Starforce, yang melatihnya tentang cara menggunakan kekuatan barunya. Dalam komik, Lawson adalah Kree yang telah mengambil bentuk manusia, dan juga dikenal sebagai Mar-Vell. Sementara dia sendiri menolak menyebutkan nama karakter yang disematkan kepada dirinya sendiri.

(Sumber: Marvel Studios)

Salah satu teman dekat Danvers adalah sesama pilot Angkatan Udara, Maria Rambeau (Lashana Lynch). Rambeau adalah seorang ibu tunggal dan mempunyai putri bernama Monica. Bintang Crazy Rich Asians (2018), Gemma Chan juga bergabung dengan memerankan karakter Minn-Erva, seorang sniper Kree dan anggota Starforce. Dalam komik, Minn-Erva juga dikenal sebagai Dokter Minerva, seorang ahli genetika Kree yang merupakan musuh Mar-Vell.

Setelah Thanos menjentikan jarinya, semua orang di universe ini menantikan Captain Marvel datang, bahkan dengan rumput yang bergoyang sekalipun…


Kutu Laut

a man who loving the film without thinking too much when the film is bad