Danur 2 (2018): Tensi tiada akhir


Review Share to

Saat saya menonton Danur 2, saya tidak memiliki ekspektasi sama sekali. Ya saya tahu kalau film pertamanya sukses dan film ini merupakan adaptasi dari novel karya Risa Saraswati. Saat selesai menonton, hanya satu kata untuk menggambarkan seperti apa filmnya: “CAPEK”.

Film adaptasi novel memang agak “tricky” karena memang peluang kesuksesannya 50:50. Antara film itu “Ah lebih bagus novelnya” atau “Wah mending ini dibanding novelnya”. Tapi penyutradaraan oleh Awi Suryadi cukup dibilang sudah berhasil, karena berhasil membawakan cerita dengan baik. Saya pun juga puas dengan ending nya. Bahkan film ini menurut saya cocok untuk semua penonton yang bahkan belum pernah membaca novelnya.

Film ini menceritakan tentang Risa, seorang wanita yang memiliki indra keenam dan dapat melihat mahluk halus. Risa akhirnya bertemu dengan hantu yang “seram” dan menganggu keluarganya, disinilah keberanian Risa menghadapi hantu tersebut. Dan bagaimana Risa menggunakan kekuatannya untuk melindungi orang-orang kesayangannya.

Premis cerita masih seperti biasa, keluarga hidup tenang tenteram sampai diganggu oleh hantu. Yap, premis film yang sudah diadopsi oleh film-film hantu yang sudah banyak tayang. Walaupun klise, tapi ada beberapa momen “cerdas” dan “elegan” dalam film ini. Kemampuan Risa untuk menggunakan kekuatannya digambarkan dengan baik sehingga kita juga “turut percaya” dengan kekuatan Risa, penggabungan elemen lokal dengan “bakatnya” digabungkan dengan rapi.

Prilly Latuconsina pun berperan dengan baik sebagai Risa, pendalaman tiap karakter dilakukan dengan baik, walaupun ada sedikit kejanggalan dari karakter Risa sesungguhnya. Prilly berhasil membawakan karakternya sendiri tanpa harus tergantung pada sosok asli Risa Saraswati, pembuat cerita film ini. Hantu Wanita yang ada di film ini pun berhasil membawakan angin segar bagi indsutri film indonesia terutama kategori horor. Setelah sebelumnya kita melihat karakter “ibu” dalam film Pengabdi Setan, kita sekarang melihat karakter yang baru dan berbeda, tapi tetap memiliki kengerian dan seram yang masing-masing memiliki kelebihannya tersendiri. Saya pun puas dengan penampilan Elena Viktoria Holovcsak sebagai hantu dalam film ini. Mungkinkah kita bisa melihat hantu ini bertemu dengan hantu Pengabdi Setan? Pasti bakal seru sepertinya.

Sayangnya, film ini tidak sepenuhnya sempurna. Film ini terlalu banyak dipenuhi jumpscare sehingga pasti penonton akan capek (seperti yang saya katakan sebelumnya) dengan tensi yang terus menerus naik. Para karakter pun seolah tidak berkembang sehingga saya tidak memiliki simpati pada karakter selain protagonis Risa. Jumpscare terus dihadirkan di tiap adegan sehingga kita tidak begitu mengenal dengan para karakternya. Seolah mereka hanya ada sebagai “karakter untuk ditakut-takuti” dan sama sekali tidak ada pendalaman karakter. Jangan heran bila saya terus menerus berteriak seperti “gadis kecil” saat menonton film ini. Capek nontonnya! Makanya tonton filmnya biar tidak penasaran!

Overall: 7,5/10


Kutukamar

Penulis serta penjelajah juga idealis & semua pasti dijamah.