Best Movies of 2017


Featured Share to

Meski telah memasuki tahun 2018, tetapi tidak ada salahnya kan bila kita sedikit mengingat kembali apa yang sudah berjalan di tahun sebelumnya. Tentunya tahun 2017 telah menghiasi hidup kita dengan deretan film-film yang luar biasa. Ada banyak film dengan gagasan baru serta berkualitas yang hadir, dan tak sedikit yang menjadi kejutan.

Inilah 10 Film Terbaik 2017 versi Kutu Film:

10. The Beguiled

Diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Thomas P. Cullinan, The Beguiled sukses diterjemahkan ke medium film lewat tangan Sofia Coppola. Terlepas dari kontroversi minor yang diperdebatkan, secara keseluruhan The Beguiled adalah film yang solid. Mulai dari performa para pemeran yang dipadukan dengan penuturan kisah secara perlahan serta kedalaman cerita, menunjukkan betapa besarnya potensi seorang Sofia Coppola sebagai seorang sutradara. Wajar bila dirinya pun menuai pujian dan penghargaan di berbagai ajang.

9. Mudbound

Tahun 2017 menjadi momen manis untuk para filmmaker wanita unjuk gigi. Patty Jenkins lewat Wonder Woman, Sofia Coppola dengan remake The Beguiled, hingga yang paling bersinar, Lady Bird karya Greta Gerwig. Namun jangan lewatkan Mudbound dari Dee Rees. Film Netflix ini bukan hanya Sutradaranya yang wanita, pun Sinematografer dan Editornya.

Mudbound berhasil menyuguhkan sebuah period drama yang kental akan nilai-nilai sensitif dan sentilan sosial. Kesulitan adaptasi ke kehidupan normal pasca perang digambarkan dengan gamblang oleh dua karakter utama. Gaya narasi yang dipadukan dengan akting ciamik serta indahnya sinematografi, membuat Mudbound menjadi film drama yang nyata dan menggugah.

(Kutu Butara)

 

8. Okja

Film arahan Bong Joon-ho ini sebenarnya punya daya tarik tersendiri. Selain dari tata visual yang oke, dari ide ceritanya sendiri terbilang unik, dengan menyinggung sisi gelap industri peternakan modern. Ditambah dengan bumbu drama dan perpaduan sinema Korea dan Hollywood, Okja menyajikan sebuah film yang tidak sekadar nyaman untuk ditonton, tetapi juga memberi pesan kuat pada penontonnya.

7. Baby Driver

Baby Driver adalah salah satu film dengan pesona yang kuat di tahun 2017. Film garapan Edgar Wright ini begitu populer dan banyak diperbincangkan oleh banyak orang. Selain diisi oleh para aktor hebat seperti Ansel Elgort, Kevin Spacey, serta Jon Hamm, Baby Driver hadir dengan kisah menarik seorang anak muda dengan kemampuan mengemudi di atas rata-rata.

Kejeniusan Edgar Wright adalah bagaimana dia mengolah suatu adegan terutama tiap transisi seirama dengan scoring yang dibuat. Plot film pun dibuat dengan sedemikian rapi dengan transisi adegan halus dan dilengkapi dengan pengembangan karakter yang mumpuni. Kerennya, ending film pun ditutup dengan sempurna tanpa adegan yang klise.

(Kutu Kamar)

 

6. Star Wars: The Last Jedi

Franchise Star Wars sepertinya belum akan berakhir, setidaknya dalam waktu dekat. Ya, selain muncul proyek-proyek spin-off, ada juga trilogi sekuel yang telah dimulai sejak The Force Awakens (2015). The Last Jedi, sebagai film kedua dari sekuel ini, tak hanya menawarkan kisah-kisah yang baru. Namun bisa dibilang, film ini memang menampilkan kualitas yang mumpuni, mulai dari segi visual hingga penuturan cerita yang mendalam.

Star Wars: The Last Jedi dapat saya katakan merupakan sebuah paket big box dari PHD untuk Anda. Banyak macam, dan tetap enak. Durasi 152 menit dimanfaatkan dengan baik oleh Rian Johnson, lebih dikenal dari film ‘Looper’, yang juga berperan sebagai penyusun cerita. Alur cerita yang sistematis dan mengalir membuat film ini berjalan dengan alur yang cukup lambat dan teratur. Lambat dalam artian film ini betul-betul melaju selangkah demi selangkah, dan mencoba untuk meraup setiap detail yang ada.

(Kutu Klimis)

 

5. Dunkirk

Christoper Nolan, siapa yang tak suka dengan hasil karyanya? Bisa dibilang Dunkirk memang menjadi sesuatu yang berbeda dari seorang Nolan. Ya, ini adalah pertama kalinya dia membuat film dengan mengangkat kisah nyata. Tak ada plot yang seperti labirin, tetapi kental dengan makna dan sentuhan khas seorang Nolan.

Hal yang membuat film ini begitu membekas bagi saya adalah fakta bahwa Nolan mencoba untuk mengambil sisi lain dari Dunkirk. Tidak ada perayaan kemenangan di sini, tidak pula sebuah ending dengan pengibaran bendera tanda hegemoni. Dunkirk adalah film tentang bertahan hidup, tentang bagaimana seorang tentara yang berdiri tipis di ambang hidup dan mati yang ingin berusaha pulang. Hal ini dipaparkan secara eksplisit dengan penggambaran situasi perang yang begitu kelam.

(Kutu Klimis)

 

4. Blade Runner 2049

Disutradarai Denis Villeneuve (SicarioArrival), DoP (Director of Photography) ditugaskan kepada Roger Deakins (No Country for Old Men, Skyfall, Prisoners), musiknya digubah Benjamin Wallfisch (Hidden Figures) & Hans Zimmer (The Lion King, Gladiator, Inception, Interstellar) Desain Produksi dipegang Dennis Gassner (The Truman Show), serta disunting oleh Joe Walker (12 Years a Slave, Sicario, Arrival). Selain menjadi sekuel, Blade Runner 2049 berhasil menyeruak sebagai mahakarya dari orang-orang di dalamnya.

Meskipun film ini memang tak bisa dinikmati oleh semua kalangan, Blade Runner 2049 rasanya mampu menjadi tolok ukur baru tentang bagaimana seharusnya sebuah film sci-fi modern dibuat. Kaya dan penuh detail dari sisi teknis, serta tak kalah emosional dalam urusan cerita. Salah satu film paling berkesan di 2017.

(Kutu Butara)

 

3. Coco

Pixar dikenal melalui film-film animasinya yang selalu menyampaikan satu pesan utama. Ya, tentang pentingnya keluarga. Sekilas terasa membosankan, tetapi nyatanya pesan tersebut selalu dikemas melalui pengandaian yang berbeda-beda. Pixar memiliki ciri khas untuk “menghidupkan” berbagai hal, mulai dari mainan, serangga, mobil, robot, hingga emosi. Namun di Coco, Pixar membawanya ke level yang lebih tinggi dengan “memanusiakan” roh. Ketakjuban saya tak berhenti hingga di situ, Coco sendiri menunjukkan bagaimana mereka mengapresiasi kebudayaan dan membuat adaptasi yang bisa dinikmati oleh siapa saja.

2. Logan

Terkadang kita lupa bahwa Logan adalah film dengan tema superhero. Seolah mengingatkan pada keberhasilan Christoper Nolan dengan trilogi Batman-nya. James Mangold, sang sutradara Logan, menunjukkan bagaimana kisah superhero nyatanya tetap bisa tampil sebagai cerita yang kompleks dan emosional. Ya, memang film seperti inilah yang dibutuhkan oleh karakter Logan/Wolverine sejak lama.

James Mangold berhasil menyampaikan sisi melankolis dari kisah Logan, tanpa memaksanya untuk memainkan karakter “receh”. Adegan-adegan kekerasan yang begitu jelas, eksplisit, dan brutal, seolah menunjukkan sisi emosi dari film ini. Bukan hanya mengeluarkan karakter Wolverine yang sesungguhnya, tapi juga seakan mencoba memberikan sajian penutup saga panjang dengan begitu luar biasa. Setiap sabetan kuku adamantium Wolverine seolah mengoyak keburukan dari film-film terdahulu.

(Kutu Klimis)

 

1. Get Out

Bisa dibilang, Get Out adalah kejutan terbesar di tahun 2017 lalu. Jordan Peele yang bertindak sebagai sutradara dan penulis, berhasil membuat kagum dunia perfilman dengan kombinasi yang kompleks. Mulai dari penulisan cerita dan berbagai isu yang disinggung, dibalut dengan nuansa horor dan sisipan komedi yang pas, membuat Get Out menjelma sebagai film yang luar biasa.

Get Out bukan sekadar film horor atau thriller yang kemudian akan memberikan kita sebuah sekuel, prekuel, atau spin-off latar belakang sang antagonis. Lebih dari itu, Get Out menyimpan suatu pesan kelam, dan sebuah kritik atas ketidaknyamanan yang secara nyata terjadi di Amerika sana. A solid masterpice to voice your concern.

(Kutu Klimis)

 

***

Ya, itulah daftar film terbaik 2017 versi Kutu Film. Adakah film favorit Kawan Kutu di daftar ini?


Kutu Kasur

"Most of us are losers most of the time, if you think about it." - Richard Linklater