Wujud Mimpi Del Toro Terhadap Pinokio


News Share to
Guillermo del Toro (Sumber: gq.com)

Guillermo del Toro tampaknya akan menjadi salah satu orang yang bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh Pinokio, karena dia ingin sekali menceritakan kisah ini seumur hidupnya.

Dilansir dari Variety, Del Toro akan mengarahkan film animasi ini sebagai adaptasi stop-motion dari kisah klasik Carlo Collodi pada tahun 1883, dan rencananya film ini akan dirilis oleh pihak Netflix. Sang jawara Oscar tersebut baru-baru ini memberikan pernyataannya terkait Pinokio,

“Tidak ada bentuk seni yang mempengaruhi hidup dan pekerjaan saya lebih dari sekedar animasi, dan tidak ada satu karakter pun dalam sejarah yang memiliki hubungan pribadi yang mendalam dengan saya seperti Pinokio. Dalam kisah kami, Pinokio adalah jiwa yang tidak bersalah dengan ayah yang tidak peduli yang tersesat di dunia yang tidak bisa dia pahami. Dia memulai perjalanan luar biasa yang meninggalkannya dengan pemahaman yang mendalam tentang ayahnya dan dunia nyata.”

Dari pernyataan Del Toro tersebut, nampaknya kisah Pinokio ini akan menjadi kisah dongeng yang gelap, dan ini berarti kisah tersebut bukan ditujukan untuk menjadi film anak-anak.

Dikabarkan Pinokio akan mengambil tempat pada tahun 1930-an, di era kepemimpinan Benito Mussolini. Dengan ditempatkannya latar tersebut, menjadi masuk akal untuk Del Toro. Jika dilihat dari film sebelumnya The Devil’s Backbone (2001) dan Pan’s Labyrinth (2006), Del Toro selalu melapisi peristiwa-peristiwa bersejarah tidak hanya sebagai medium bercerita saja namun memberikan sebuah pengalaman sinematis yang jujur. Tak hanya karakter yang menang atas kekuatan fiktif, melainkan kisah yang menghubungkan ke perjuangan yang sangat nyata.

Hal ini menjadi suatu karya yang mungkin sangat dekat dengan Del Toro. Ia melihat Mussolini yang terkenal sebagai diktator fasis, dan memiliki prinsip fasis sebagai gagasan Ultranasionalisme, sebuah ideologi politik yang dimaksudkan untuk menjunjung dan melindungi satu kelompok orang. Di Italia, gagasan tersebut dipergunakan untuk melindungi elit penguasa atas rakyat Slavia. Di Nazi Jerman, itu adalah ras Aryan. Di Amerika Serikat modern, itu neo-Nazi atau Ku Klux Klan.

Mengambil latar Pinokio di era pergolakan politik akan membantu mewarnai cerita dan membawa penonton untuk menghubungkannya dengan krisis sosial politik masyarakat di era modern seperti sekarang ini.

Guillermo del Toro akan berkolaborasi tidak hanya dengan Jim Henson Company dan ShadowMachine (pencipta Bojack Horseman), namun skenarionya akan ditulis bersama oleh Patrick McHale dari Over The Garden Wall (2014), dan Mark Gustafson dari Fantastic Mr. Fox (2009).

Sejak awal, del Toro memang bersikeras tidak akan menggunakan sudut pandang yang sama mengenai Pinokionya Collodi, Del Toro lebih tertarik menggunakan konteks Italia di ambang perang.

Wow! Sangat menarik ya untuk dinantikan Kawan Kutu.


Kutu Laut

a man who loving the film without thinking too much when the film is bad