Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017): Tragikomedi Kelas Wahid


Review Share to
Sutradara: Martin McDonagh
Penulis: Martin McDonagh
Pemeran: Frances McDormand, Woody Harrelson, Sam Rockwell, Caleb Landry Jones, Lucas Hedges, Peter Dinklage, John Hawkes, Samara Weaving
Genre: Crime, Drama
Durasi: 115 Menit
Credit: kinepolis.nl

Ini adalah film tentang tragedi. Juga film komedi. Komedi hitam, begitu orang-orang menyebutnya. Martin McDonagh mendapatkan inspirasi untuk menulis cerita ini, ketika dirinya berada di sekitar Georgia, Florida, dan Alabama, kemudian melihat papan iklan tentang kasus kriminal yang belum terpecahkan. Ketika akhirnya memutuskan untuk menulis skenarionya, McDonagh telah membayangkan Frances McDormand untuk bertindak sebagai Pemeran Utama dalam cerita ini. Dan, terciptalah Three Billboards Outside Ebbing, Missouri.

Film ini mengangkat tragedi yang menimpa sebuah kota kecil, lebih tepatnya sebuah keluarga di kota kecil bernama Ebbing (fiktif), di negara bagian Missouri, Amerika Serikat. Seorang gadis muda tewas, dengan kondisi jasadnya dibakar, setelah sebelumnya diperkosa ketika dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Sang Ibu korban, Mildred Hayes (Frances McDormand) yang gerah atas kerja ‘lambat’ Sheriff setempat, akhirnya memutuskan untuk menyewa 3 papan reklame yang sudah berpuluh tahun tak terpakai, untuk menyampaikan bentuk protesnya.

Sheriff (Woody Harrelson) dan anak buahnya (Sam Rockwell) yang melihat papan reklame itu kemudian merasa tersudut dan langsung mencari cara untuk ‘menurunkan’ iklan tersebut. Berbagai langkah pun ditempuh, mulai dari cara halus, kasar, hingga playing victim. Kabar tentang papan reklame ini akhirnya meluas di masyarakat, hingga seolah-olah menciptakan dua kubu, yang mendukung Mildred, dan yang merasa Mildred terlalu frontal menyampaikan pendapatnya ditengah kondisi sheriff yang tidak menentu.

Credit: Indiewire

Sebagai sutradara yang lumayan produktif menghasilkan paduan cerita kriminal dengan balutan komedi, Martin McDonagh berhasil menunjukkan kemampuan menelurkan ide cerita yang brilian lewat film ini. Dengan menguatkan penceritaan dari segi drama, McDonagh tetap tak kebingungan untuk mencampurkan formula dark comedy miliknya yang tetap terasa kuat. Kalian akan merasakan sensasi emosi yang bergolak dalam sebuah adegan drama intens, lalu tiba-tiba menjadi sulit untuk tidak tertawa di detik selanjutnya. Ataupun sebaliknya.

Tragedi tercipta bukan hanya dari premis utama, melainkan muncul satu demi satu dari para karakter di dalamnya. Saya tak henti-hentinya takjub dengan konflik cerita yang coba ditawarkan film ini. Misteri-misteri yang hadir pun, berhasil terjabarkan dengan cukup jelas berkat penulisan yang rapi dari Martin McDonagh. Yang paling asyik dan gak ketebak, McDonagh berhasil melakukan eksplorasi yang sangat baik untuk karakter yang diperankan Sam Rockwell.

Dengan rating R, film ini banyak menyajikan kata-kata umpatan yang dengan tak lazim ditampilkan di dalam lingkup keluarga. Dalam kebanyakan film, kata-kata kotor dilarang hingga dapat menimbulkan perdebatan di meja makan, film ini justru menampilkannya segala gamblang di depan anak kecil, hingga anak-anak yang memanggil orang tuanya dengan sebutan yang tak seharusnya, juga sebaliknya. Terlepas dari nilai-nilai moral ataupun kondisi masyarakat yang coba digambarkan oleh McDonagh, poin tersebut -menurut saya- menjadikan film ini terasa semakin unik dan menarik.

Ekspektasi yang terpenuhi lewat kesediaan Frances McDormand untuk membintangi film ini, berimbas pada sajian kualitas akting luar biasa. Nyatanya, bukan hanya McDormand yang tampil memukau, deretan pemeran pendukung seperti Woody Harrelson dan Sam Rockwell, mampu menjadikan film ini terasa begitu spesial. Peran-peran yang terbilang medioker pun berhasil dieksekusi dengan professional dan berkelas oleh aktor-aktor sekaliber Lucas Hedges, Peter Dinklage, dan John Hawkes. Kredit perlu kita layangkan kepada sang Casting director, Sarah Finn.

Credit: movietime.guru

Dari segi teknis, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri mampu menghadirkan scoring khas yang berkarakter, dengan vibe kental Midwestern Amerika. Musik-musik ringan dan hangat dari Carter Burwell, mampu menghidupkan dan menambahkah rasa di tiap adegan. Atas kerja kerasnya tersebut, Burwell kembali masuk nominasi Oscar 2018 untuk kategori Original Score, setelah sebelumnya lewat Carol (2015).

Secara pribadi, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri mengingatkan saya pada pengalaman nonton Manchester by the Sea (2016). Ditengah popularitas genre Superhero, Fantasi, Adaptasi Novel, hingga Fiksi ilmiah (yang dalam beberapa tahun belakangan ini semakin menggeliat, dan saya syukuri itu hehe), film-film seperti Manchester by the Sea, dan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri ini lah yang pada akhirnya paling dekat dengan keseharian kita. Dengan keorisinalitasan dan kualitas ceritanya masing-masing, film-film tersebut menjadi lekat diingatan dan menimbulkan kesan mendalam.

Dicontoh para Aktivis

Credit: justice4grenfell

Semangat Mildred Hayes untuk mencari keadilan telah ditiru oleh beberapa aktivis. Di London, organisasi aktivis Justice 4 Grenfell, mengerahkan 3 mobile billboards untuk berkeliling kota mencari jawaban atas kasus kebakaran yang terjadi di Grenfell Tower pada 14 Juni 2017 yang merenggut 71 nyawa.

“71 DEAD.” “AND STILL NO ARRESTS?” “HOW COME?”

Credit: AVAAZ

Sementara itu, penampakan serupa terjadi di Miami setelah kasus seorang remaja bersenjata menembaki sebuah SMA di Parkland, Florida hingga menewaskan 17 siswa dan melukai belasan lainnya, yang terjadi pada 14 Februari 2018 lalu. Grup aktivis AVAAZ mengkritik lambannya Senator Marco Rubio dalam menangani kasus ini.

“SLAUGHTERED IN SCHOOL” “AND STILL NO GUN CONTROL?” “HOW COME, MARCO RUBIO?”

Sumber berita: Variety

***

Jika The Academy mengadakan kuis tebak-tebakan, yang pertanyaannya “siapa peraih Oscar 2018 untuk masing-masing kategori?”, saya akan menjawab, Frances McDormand untuk Leading Actress, Sam Rockwell untuk Supporting Actor, dan Martin McDonagh untuk Best Original Screenplay. Sisanya?? Rahasia…

Rating: 8.8/10

Memorable Line: “This didn’t put an end to shit, you fucking retard; this is just the fucking start. Why don’t you put that on your Good Morning Missouri fucking wake up broadcast, bitch?” -Mildred Hayes

Kutu Butara

Biasanya demen nonton film ruang sempit dan serial crime/thriller.