Series Recommendation: Extras (2005-2007)


Review Share to


Sutradara: Ricky Gervais
Penulis: Ricky Gervais, Stephen Merchant
Pemeran: Ricky Gervais, Stephen Merchant, Ashley Jensen, Shaun Pye
Jumlah Season: 2 + 1 Episode Christmas Special
Jumlah Episode: 6

Kawan Kutu pasti masing-masing punya idealisme kan? Misalnya lulus terus kerja baru nikah, atau pengen punya pasangan ABRI/Polisi? Atau pengen hijrah dan menjadi pribadi yang lebih beriman? Kita semua pasti punya idealisme yang berusaha kita pegang teguh, sampai akhirnya kita terjebak pada situasi dilema moral di mana kita harus memilih berpegang teguh pada idealisme kita atau tidak. Di series ini, Ricky Gervais menggambarkannya dengan baik, bagaimana dia berusaha memegang idealisme dan prinsipnya, sekalipun dia tau, dia harus melawan seluruh dunia untuk tetap memegang idealismenya.

Ricky Gervais berperan sebagai Andy Millman, seorang figuran yang berusaha memasuki dunia akting bersama sahabatnya, Maggie Jacobs (diperankan oleh Ashley Jensen). Andy sempat berkali-kali mengaku dirinya sebagai aktor, padahal dia sendiri seorang figuran. Ditambah dengan manajernya yang tidak kompeten, Darren Lamb (diperankan oleh Stephen Merchant), Andy merasa pekerjaannya sebagai figuran terasa sia-sia. Ditambah dengan ledekan dan nyinyiran dari rivalnya, Greg Lindsey Jonnes (diperankan oleh Shaun Pye) yang memiliki karir lebih sukses dibanding Andy.

Karir Andy pun akhirnya naik saat series komedi berjudul “When The Whistle Blows” yang dibuatnya dilirik oleh BBC dan Andy menjadi protagonis dalam series tv yang dibuatnya. Andy pun memiliki idealisme untuk membuat series komedi berkualitas cerdas yang membuat penontonnya berpikir bukan hanya tertawa. Disinilah situasi klasik terjadi, terlalu banyak intervensi dari banyak pihak BBC membuat series yang diinginkan Ricky jauh dari harapannya. Singkatnya series Andy harus di “dumb-it-down” agar lebih mudah dimengerti banyak penonton. Andy pun merasa tidak bisa berbuat apa-apa karena BBC memegang kendali penuh.

Kesuksesan Andy memang tidak dapat dipungkiri, banyak penonton dan orang yang semakin mengenal dia. Namun, karir dalam perfilmannya tidak secemerlang dalam televisi. Andy berusaha mendapatkan tawaran dalam film-film besar hollywood namun tawaran yang dia dapatkan hanya peran-peran kecil biasa yang tidak terlalu signifikan. Disinilah dilema Andy kembali terjadi, walaupun dia terkenal tapi dia hanya terkenal di kalangan penonton “kelas bawah” yang jumlahnya banyak. Karir Andy pun terasa stagnan, sehingga dia semakin frustasi.

Walaupun begitu, drama mockumentary yang kental dengan komedi “cringe” nya ini berhasil membawa gelak tawa, saya akui Ricky Gervais memang jenius dengan delivery komedinya dan karakter-karakter aneh yang membuat series ini begitu unik. Kawan Kutu juga bisa melihat cameo aktor dan aktris top Hollywood seperti Kate Winslet, Ben Stiller, Samuel L Jackson, Ian Mckellen, Daniel Radcliffe sampai Patrick Stewart. Uniknya, para aktor dan aktris memerankan versi satir dari dirinya sendiri sehingga pasti bisa membuat Kawan Kutu tertawa. Chemistry antara Andy dengan manajernya saya akui memang highlight utama dari series ini. Ketidakbecusan Darren memang selalu bisa mengocok perut saya. Perpaduan yang sangat kuat antara komedi dan drama.

Saya pun sempat berpikir, apa mungkin ini yang terjadi dengan industri televisi Indonesia? Apakah setiap ide unik serial tv menarik para sineas berubah menjadi sinetron berkualitas rendah karena banyaknya intervensi dari pihak stasiun TV? Mungkinkah ini juga gambaran bagaimana industri serial tv di Indonesia? Demi mengejar jumlah penonton, banyak kualitas yang dikorbankan? Mungkin ini bisa menjadi renungan untuk para sineas muda diluar sana.

Rating: 9/10


Kutu Kamar

Penulis serta penjelajah juga idealis & semua pasti dijamah.