Rekomendasi Serial Baru di 2017 – (Bagian 2)


Opini Share to
credit: imdb.com

Halo, Kawan Kutu! Mari kita lanjutkan daftar serial-serial baru 2017 pilihan kami. Kalian bisa membaca bagian pertama di sini ya. Sebagai pengingat, bahwa semua judul yang berada pada daftar ini khusus untuk serial-serial yang baru mulai di tahun 2017. Maka dari itu judul-judul seperti The Leftovers, Better Call Saul, atau Fargo tidak kami sertakan ke daftar ini.

Jangan lupa, daftar ini bukanlah merupakan urutan mana yang terbaik ya.

6. The Handmaid’s Tale

credit: imdb.com

Kurang afdal rasanya bila membicarakan serial-serial terbaik di 2017 tanpa mengikut sertakan The Handmaid’s Tale di dalamnya. Bisa dibilang, The Handmaid’s Tale tidak hanya sekadar serial baru yang bagus saja, tetapi dia telah menjelma menjadi serial terbaik yang hadir sepanjang tahun ini.

Serial ini merupakan adaptasi dari novel karangan Margaret Atwood yang terbit pada 1985 lalu. Sama seperti kisah distopia lainnya, The Handmaid’s Tale juga menawarkan cerita yang penuh dengan kegetiran di tiap episodenya. Namun apa yang membuatnya begitu menarik adalah premis ceritanya yang menyinggung soal feminisme dan kediktatoran. Bila kalian pernah membaca atau menonton serial ini, tentunya kisah itu seolah bukan sekadar karangan distopia semata, tetapi telah berubah menjadi sesuatu yang mungkin saja terwujud pada saat ini.

Menurut saya, kekuatan utama dari serial ini terletak pada kombinasi penulisan cerita, tata visual, serta performa para pemerannya. Elisabeth Moss pun menuai banyak pujian dari penampilannya di The Handmaid’s Tale ini. Bahkan, serial ini pun telah berhasil memenangkan beberapa penghargaan seperti Primetime Emmy, TCA Awards, hingga menjadi kandidat terkuat dalam Golden Globes.

The Handmaid’s Tale tentu menjadi serial yang tak boleh kalian lewatkan di tahun ini.

7. 13 Reasons Why

credit: Beth Dubber/Netflix

Dari seluruh judul yang ada pada daftar ini, 13 Reasons Why memiliki keistimewaan tersendiri karena kisahnya yang dekat dengan keseharian kita. Serial ini mengisahkan tentang Clay Jansen dan temannya, Hannah Baker, seorang remaja wanita yang bunuh diri setelah menerima rangkaian masalah dan perundungan yang ia dokumentasikan ke dalam 13 kaset pita.

Bagi yang belum tahu, 13 Reasons Why juga merupakan sebuah adaptasi dari novel berjudul sama karya Jay Asher. Daya tarik terbesar dari serial ini adalah tentang penggambaran apa yang ada di dalam kaset peninggalan Hannah Baker. Bagaimana seluruh 13 kaset itu perlahan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya, serta menghadirkan ketegangan baru bagi masing-masing karakter yang terlibat.

Selain itu, 13 Reasons Why juga bisa dijadikan pelajaran bagi para penonton tentang pentingnya masalah perundungan (bully) serta kaitannya dengan kondisi mental seseorang. Serial ini juga mencoba mengajak kita untuk melihat berbagai hal dari kacamata anak-anak remaja masa kini. Kalian bisa lihat review selengkapnya di sini.

8. American Gods

credit: Jan Thijs/©2017 FremantleMedia North America

Satu lagi serial adaptasi dari sebuah novel di dalam daftar ini. Ya, American Gods adalah karya adaptasi dari novel tulisan Neil Gaiman yang terbit pada 2001 lalu. Sebenarnya apa yang disajikan oleh serial ini terbilang mengejutkan. Karena terlihat bagaimana pendekatan Bryan Fuller dan Michael Green terhadap kisah fantasi ini. Mereka terbilang berhasil “menerjemahkan” American Gods ke dalam medium audio visual, menjadikan serial ini nyaman untuk disaksikan. Terlepas dari materi asli khas Gaiman yang penuh dengan metafora.

American Gods adalah tontonan wajib bagi Kawan Kutu penggemar serial-serial fantasi. Soal keunikan ide cerita sepertinya tak perlu kita pertanyakan lagi. Mengapa? Ya, karena kita sedang berbicara tentang adaptasi karya Neil Gaiman.

9. Feud

credit: imdb.com

Jika Kawan Kutu menyukai serial antologi seperti Black Mirror atau American Horror Story, maka Feud bisa menjadi alternatif baru untuk kalian.

Topik utama dari serial ini adalah tentang perseteruan, seperti yang tergambar dari judulnya. Di musim pertamanya, Feud menghadirkan kisah persaingan antara Joan Crawford (Jessica Lange) dan Bette Davis (Susan Sarandon), dua aktris top Hollywood era 1960-an. Pondasi ceritanya adalah tentang film What Ever Happened to Baby Jane (1962), film horror-thriller yang disutradarai oleh Robert Aldrich. Menarik tentunya melihat fakta bahwa kedua aktris yang menjadi rival tersebut pada akhirnya harus bermain dalam satu film.

Terlepas dari drama persaingan antara Crawford dan Davis, Feud juga menampilkan visual yang cukup detail menggambarkan situasi pada masa 1960-an. Belum lagi Ryan Murphy, sang kreator, juga tak lupa menghadirkan tokoh-tokoh pendukung yang terlibat pada masa itu.

Oh ya, kabarnya Feud di musim kedua nanti akan menghadirkan lika-liku kisah cinta Putri Diana dan Pangeran Charles.

10. GLOW

credit: netflix.com

Tentu ada alasan dibalik penulisan judul serial ini menggunakan huruf kapital. Ya, GLOW adalah sebuah singkatan, tepatnya untuk Gorgeous Ladies of Wrestling. Seperti namanya, serial ini bercerita tentang hiburan gulat yang semua pemainnya adalah wanita.

Meski tidak menggunakan karakter yang sama persis, tetapi cerita di serial ini memang diambil dari kisah nyata tentang terbentuknya GLOW sekitar tahun 1985. Meski begitu sang kreator, Liz Flahive dan Carly Mensch, terlihat cukup cerdik dalam memasukkan berbagai hal yang terkait dengan kisah GLOW. Contohnya seperti latar belakang para peserta yang didominasi oleh pegulat amatir, sebagian besar adalah aktris, model, atau penari latar, yang berharap bisa mengadu nasib di bisnis hiburan yang baru.

GLOW secara keseluruhan menjadi serial yang menghibur. Mulai dari segi kekentalan komedi hingga pendalaman para karakternya. Belum lagi, serial ini juga diisi oleh soundtrack tahun 1950  hingga 1980-an.

****

Setelah dipertimbangkan, ternyata masih ada beberapa judul lagi yang ingin kami sertakan ke dalam daftar ini. Tunggu kelanjutannya di Bagian 3 ya.


Kutu Kasur

"Most of us are losers most of the time, if you think about it." - Richard Linklater