Penghormatan Menyentuh Bos Marvel Untuk Stan Lee


News Share to

Sejak meninggal dunianya Stan Lee pada tanggal 12 November lalu, banyak penghormatan yang berseliweran di media sosial dari para penggemar maupun selebritis yang pernah bekerja sama dengan komikus legendaris itu. Tapi yang satu ini menjadi beda, karena datangnya dari bos Marvel Studios, Kevin Feige, orang yang telah menjalin hubungan dengan Stan Lee selama bertahun-tahun.

Kevin Feige dan Stan Lee (Getty Images)

Feige terakhir bertemu dengan mendiang dua minggu sebelum kematian Stan Lee, dalam obrolan itu Feige bilang mereka berdiskusi tentang masa depan dan hal lainnya. Penghargaan Feige kepada komikus pencipta karakter Spider-man tersebut dibuka dengan:

“Anda telah mendengar tentang sang legenda, yang menurutku itu benar, bahwa ketika Stan Lee masih menjadi penulis muda di Marvel Comics ia bosan melakukan hal yang sama, dan istrinya, Joan, mendorongnya untuk menulis jenis cerita yang ia sendiri ingin baca. Itulah yang akhirnya menjadi Fantastic Four. Lalu Hulk, dan Spider-man. Kemudian Iron Man, dan X-Men, dan semuanya. Dia menyadari ditengah-tengah tahun 1960-an yang menakjubkan dari apa yang ia ciptakan, bahwa orang-orang merespon karakternya mirip dengan caranya merespon kepada mitologi kuno yang dia baca ketika anak-anak, dan lalu dia, sebentar… coba saya jadikan karakter mitologi menjadi pahlawan super. Dan jadilah Thor, Odin, Loki, Hela.”

Feige juga memuji personalitas pria yang memiliki nama asli Stanley Martin Lieber tersebut. Bagaimana Stan Lee berani mengambil resiko demi apa yang dia percaya.

“Stan adalah seorang yang karismatik, pendukung yang baik bagi karakter-karakternya dan untuk media komiknya secara umum. Dia juga seorang pencerita progresif. Dia mengambil resiko, dia menulis apa yang dia percaya. Anda lihat kutipan yang berasal dari kolom Stan’s Soapbox lamanya tentang ‘bagaimana sebuah cerita tanpa pesan bagaikan seorang tanpa jiwa.’ Wow, apa itu benar, dan wow, itu tampil di semua kisah yang ia ceritakan.”

Bicara tentang ‘mengambil resiko’, Feige juga membahas tentang Black Panther. Tak lupa juga ia memuji apa yang telah sutradara Ryan Coogler lakukan untuk film tersebut. Tapi hal tersebut tak akan terjadi jika Stan The Man bersama partnernya Jack Kirby tidak mengambil resiko. Black Panther dibuat pada masa pergerakan hak sipil. T’Challa adalah pahlawan yang paling cerdas, paling kaya, dan dengan teknologi yang lebih maju dibanding lainnya. Lebih dari pahlawan super.

STAN THE MAN (badfeelingmag.com)

“Dia percaya pada kemanusiaan yang paling baik. Dia juga percaya pada kekurangan dari kemanusiaan, dan bahwa kekurangan tersebut dapat dilampaui.” Saya rasa ucapan Feige ini cukup menggambarkan salah satu karakteristik sekaligus pesan yang selalu hadir dalam cerita-cerita karangan Stan Lee.

Pada pertemuan terakhir Feige dengan  Stan Lee, mereka berbincang tentang masa depan. Tentu urusan cameo Stan Lee yang dikenal luas juga dibahas, Stan Lee berkata pada Feige dengan bercanda:

“Aku tahu kau menginginkanku untuk membintangi film selanjutnya, tapi aku harus tetap menjadi cameo saja. Kau harus sisakan peran bintang untuk aktor lainnya. Maaf.”

Tulisan lengkap Kevin Feige di Entertainment Weekly


Kutu Biru

Wanna die nyender