Paul Schrader: Penonton 70an Lebih Baik Dibanding Kini


News Share to
Paul Schrader (The Talks)

Paul Schrader telah membangun karir di industri perfilman selama lebih dari 40 tahun. Pria ini mungkin paling dikenal lewat kerja samanya dengan sineas kawakan Martin Scorsese sebagai penulis skenario di dua film legendaris Taxi Driver (1976) dan Raging Bull (1980). Berkarir selama lebih dari setengah masa hidupnya pada industri yang sama, telah membuat pria yang juga seorang sutradara ini menyaksikan dan berkecimpung langsung dalam banyak sekali perubahan yang terjadi dari masa ke masa.

Belakangan, Schrader memberikan komentar tentang perbedaan yang ia rasakan, khususnya tentang sedikitnya film berkualitas yang ada saat ini—jika dibandingkan dengan era 70an misalnya. Dalam acara BAFTA Screenwriters Series di London, ia mengatakan bahwa penyebab terjadinya hal tersebut bukanlah karena tahun 1970an lebih baik bagi industri sinema. Begini jelasnya.

“Ada orang-orang yang bicara tentang sinema Amerika pada 70an sebagai periode yang sukses. Sampai batas tertentu memang begitu tapi bukan karena saat itu lebih banyak sineas bertalenta. Mungkin, faktanya, ada lebih banyak filmmaker bertalenta saat ini dibanding pada 70an. Yang ada saat itu adalah penonton yang lebih baik.”

Paul Schrader, Robert De Niro (Movieweb)

Kalimatnya tentang penonton dapat dibilang cukup kontroversial, ia menyatakan bahwa penonton pada 70an lebih baik dibandingkan saat ini. Ia pun meneruskan pandangannya tersebut.

“Ketika orang-orang menganggap film secara serius, lebih mudah untuk membuat film serius. Ketika mereka tidak menganggapnya serius, itu sangat, sangat sulit. Sekarang kita punya penonton yang tak menganggap film secara serius, jadi sulit untuk membuat film serius untuk mereka. Ini bukan kami para sineas yang mengecewakan anda, anda yang mengecewakan kami.”

Schrader juga menjelaskan tentang hubungan yang ada antara sinema dan penonton pada era 70an, ketika orang-orang menginginkan film untuk mengeksplorasi dan terlibat dengan isu-isu sosial, politik, dan sebagainya.

“Banyak hal yang terjadi di dunia yang membuat orang-orang khawatir: hak wanita, gay, pembebasan seksual, pembebasan narkotika, anti-perang,” ujarnya. “Semuanya saling bergulir satu sama lain dan orang-orang berpaling pada seni, spesifiknya film, untuk apa yang seharusnya kita rasa tentang ini. ‘Bob & Carol & Ted & Alice’ tentang bertukar istri, dan ‘Coming Home’ tentang veteran Vietnam, ‘An Unmarried Woman’ tentang pembebasan wanita.”

Akhirnya sutradara-penulis itu mengakhiri pernyataannya dengan sebuah kesimpulan. “Jika para penonton reseptif terhadap film berkualitas, percayalah mereka akan mendapatkannya. Kamipun menunggu untuk membuatnya. Ketika itu, pada periode sekitar sepuluh, dua belas tahun, setiap minggunya ada sejenis film yang muncul membawakan sebuah isu sosial dalam bentuk fiksi.”

Ethan Hawke, First Reformed(2017) (Newyorker)

Film teranyar Schrader, First Reformed(2017) membawa sebuah isu sosial, salah satunya adalah perubahan iklim. Hingga kini film itu telah banyak menerima penghargaan seperti, Best Screenplay dari Gotham Awards, National Board of Review (Skenario Asli), dan New York Film Critics Circle. Ethan Hawke yang membintanginyapun juga mendapat penghargaan dari Gotham Awards dan New York Film Critics Circle sebagai Best Actor.

Wawancara Paul Schrader bersama Deadline


Kutu Biru

Wanna die nyender