Netflix Kembangkan Fitur Interaktif di Black Mirror Season 5


News Share to

Netflix akan terapkan fitur menarik di Black Mirror season 5. Dikabarkan bahwa Netflix sedang mengembangkan suatu fitur interaktif yang akan diterapkan pada sebuah episode serial atau filmnya nanti. Fitur interaktif tersebut memungkinkan penonton untuk menentukan alur hingga akhir cerita berdasarkan pilihan sendiri.

Cerita naratif dengan fitur interaktif dimana penonton dapat memilih narasinya sendiri seperti itu mungkin masih terdengar asing di telinga Kawan Kutu. Namun, dengan koneksi internet yang semakin cepat yang juga dibarengi dengan berkembangnya berbagai macam teknologi baru pantaslah jika inovasi kepada tontonan dilakukan, selain sebagai medium untuk menyampaikan cerita agar lebih menarik, tentunya pengalaman penonton sangatlah dipertimbangkan di sini.

Selama inipun kita tahu, bahwa tema cerita yang diangkat oleh Black Mirror adalah hubungan antara manusia dan teknologi. Dan penggunaan teknologi untuk membawa penonton masuk lebih dalam ke cerita nampaknya adalah sesuatu yang sangat menarik dan cocok untuk acara pemenang Emmy Awards 2018 ini, yang tentunya dapat memperkaya pengalaman penonton dalam menikmati acara tersebut.

Black Mirror S3: San Junipero (vox)

Meskipun asing, namun sebenarnya fitur interaktif semacam itu bukanlah hal baru. HBO telah melakukan proyek serupa pada tahun lalu di dalam Mosaic, serial yang disutradarai oleh Steven Soderbergh. Dalam Mosaic, penonton dapat melihat dan memilih cerita dari berbagai macam perspektif. Sementara yang akan diterapkan pada salah satu episode Black Mirror season 5 yang rilis Desember nanti lebih kepada pemilihan plot yang dipengaruhi oleh keputusan protagonis yang dipilih penonton.

Netflix sendiri telah melakukannya dalam acara anak berjudul Puss In Book, dimana petarung binatang awalnya dapat memilih untuk bertarung dengan siapa dan setelah melewati suatu sekuens, penonton dapat kembali dan memilih alternatif yang lain.

Penulis Black Mirror, Charlie Brooker di Emmy Award (Los Angeles TImes)

Episode Black Mirror nanti merupakan salah satu eksperimen awal Netflix untuk menerapkan fitur yang merupakan gabungan dari sisi interaktif video game dan film tersebut. Dan merupakan pertunjukan interaktif pertama yang ditujukan bagi penonton dewasa dari Netflix. Selain itu, Netflix juga berencana untuk memproduksi acara-acara interaktif lainnya. Dikabarkan akan ada beberapa acara adaptasi video game seperti Minecraft dan lain-lain.

Proses realisasi proyek ambisius semacam inipun bukan perkara mudah, dibutuhkan banyak persiapan. Penulis naskah contohnya, harus menyiapkan beberapa naskah dengan alur-alur alternatif, masa produksi film juga akan memakan waktu lebih lama, dan budget juga tentunya dapat membengkak.

Lantas apakah tontonan alternatif semacam ini akan menjadi tren di masa mendatang? Kriteria macam apa yang akan digunakan untuk menilai apakah suatu cerita baik atau tidak? Bagaimana menurut Kawan Kutu?


Kutu Biru

Wanna die nyender