Natalie Portman


Tokoh dan Sejarah Share to

 

Natalie Berperan sebagai Jacquelin Kennedy di ‘Jackie’ (2016)/Credit: IMDb

 

Jauh sebelum namanya dikenal banyak orang seperti saat ini, Natalie telah menunjukkan kecintaanya di dunia seni. Dia telah menggeluti seni tari sejak usia 4 tahun, ketika dia dan keluarganya belum lama pindah ke Amerika Serikat. Wanita yang lahir pada 1981 tersebut bahkan pernah menolak saran dari seseorang yang bekerja di Revlon untuk berkarier sebagai model. Seperti yang kita tahu, keputusannya untuk mengejar impian sebagai aktris adalah keputusan yang tepat.

Portman melakukan debut filmnya di Léon: The Professional (1994). Melalui performanya di film garapan sutradara Luc Besson tersebut, dia langsung bisa menarik perhatian para penonton dan juga kritikus. Selain debutnya sebagai aktris, film tersebut juga menjadi debut bagi nama “Portman”. Ya, Portman bukanlah nama asli miliknya, melainkan nama yang diambil dari neneknya. Hal itu diakui Natalie untuk melindungi privasi dan identitas keluarganya.

Setelah itu, Natalie mulai rutin mendapatkan peran di berbagai film seperti Heat (1995), Everyone Says I Love You (1996), dan Mars Attacks! (1996). Ada hal menarik sejak dia tampil di Beautiful Girls (1996), sejak saat itu dia mulai enggan untuk menerima tawaran yang perannya ia anggap mengeksploitasi seksualitas wanita muda. Dia tak ingin dirinya menjadi “fantasi para pedofil”. Dia menyatakan, “It dictated a lot of my choices afterwards ‘cos it scared me…it made me reluctant to do sexy stuff, especially when I was young.”

Jude Law dan Natalie Portman di ‘Closer’ (2004)/Credit: IMDb

Namanya semakin dikenal saat ia berperan sebagai Padmé Amidala di trilogi prekuel Star Wars. Selain itu, dia juga sukses ketika terlibat dalam film Anywhere but Here (2000), yang mengantarkan namanya meraih nominasi aktris pendukung terbaik.

Pada tahun 1999, Natalie memutuskan untuk meneruskan studi di Harvard University. Dia pun mengambil keputusan yang cukup berat, dengan memilih untuk vakum dari dunia perfilman selama empat tahun ke depan untuk fokus pada studinya. Natalie hanya melakukan pengecualian pada proyek Star Wars. Portman pun lulus dari Harvard pada 2003 dengan gelar Bachelor of Arts.

Meski sempat vakum, Natalie Portman tak kehilangan kemampuannya begitu saja. Dia kembali meraih sukses ketika berperan di film Closer (2004) dan film garapan Wong Kar-wai, My Blueberry Nights (2007). Ia juga meraih banyak pujian dari performanya di V for Vendetta (2005). Natalie pernah menyatakan alasannya menerima tawaran untuk tampil V for Vendetta, “The film doesn’t make clear good or bad statements. It respects the audience enough to take away their own opinion.

Natalie Portman di film ‘Black Swan’ (2010)/Credit: IMDb

Puncak kesuksesan seorang Natalie Portman hadir kala ia tampil di Black Swan (2010). Demi perannya, Natalie bahkan rela berlatih keras untuk tari balet dan menurunkan berat badannya hingga 10 kg. Ya, pada akhirnya determinasinya membawa ia meraih berbagai penghargaan termasuk Academy Awards, Golden Globes, dan BAFTA. Kesuksesan tersebut hampir terulang ketika dia berperan sebagai Jacqueline Kennedy di Jackie (2016), sayangnya ia tak berhasil memenangkan ketiga penghargaan besar seperti di Black Swan.

Hingga kini Natalie telah membintangi lebih dari 40 judul film dan angka itu dipastikan terus bertambah. Bahkan ia telah memastikan akan tampil di beberapa judul seperti The Heyday of the Insentive Bastards (2017), Annihilation (2018), dan The Death and Life of John F. Donovan (2018). Selain itu ia juga akan membintangi sebuah mini series berjudul We Are All Completely Beside Ourselves. Di usianya yang baru menginjak 36 tahun, Natalie secara total telah memenangkan 79 penghargaan dan 124 nominasi lainnya.

Mari tutup tulisan ini dengan kutipan dari Natalie Portman yang cukup membekas di benak saya, “I don’t care if college ruins my career, I’d rather be smart than a movie star.”


Kutu Butara

Biasanya demen nonton film ruang sempit dan serial crime/thriller.