Layanan Streaming Disney Sudah Bernama


News Share to

Layanan streaming Disney akhirnya mendapatkan nama. CEO Disney, Bob Iger mengungkapkan bahwa nama tersebut adalah Disney+. Penamaan tersebut sejalan dengan program Disney lainnya, yaitu layanan olahraga ESPN+.

Kabar mengenai Disney+ juga dirilis melalui akun twitter resmi mereka.

Disney+ tak diragukan lagi akan menjadi bagian besar bagi masa depan perusahaan. Sejak kehadiran Netflix yang mengubah ‘pemainan’ bagi distribusi tontonan, banyak perusahaan-perusahaan besar lainnya yang mengikuti jejak Netflix ini. Menyediakan layanan streaming.

Disney+ akan menjadi lawan tangguh bagi Netflix karena amunisi milik Disney dapat dibilang tak ada habisnya, justru terus bertambah dan bervariasi. Lihat saja, rumah produksi yang berada di bawah naungannya. Pixar, Marvel Studios, Lucasfilm, dan lain-lain.

Hingga titik ini, terdapat satu serial yang telah dikonfirmasi akan tampil dalam Disney+ nanti yaitu, serial Loki yang mendatangkan langsung bintangnya, Tom Huddleston. Konon serial Loki ini sedang dalam tahap pengembangan, nantinya serial ini akan mengambil latar di Marvel Cinematic Universe.

Marvel Studios Thor: Ragnarok..Loki (Tom Hiddleston)..Photo: Jasin Boland..©Marvel Studios 2017

Selain Loki, Scarlett Witch yang diperankan Elizabeth Olsen juga akan mendapatkan serialnya sendiri. Ada pula Falcon and Bucky serta yang cukup mengejutkan adalah prekuel spin-off dari Rogue One yang akan dibintangi juga oleh Diego Luna sebagai Cassian Andor. Sebenarnya, spin-off Rogue One ini adalah cerita Star Wars kedua yang akan mendapatkan serial TV. Pada bulan Februari, dikabarkan bahwa sutradara Iron Man (2008) Jon Favreau akan menulis dan menjadi produser eksekutif untuk serial Star Wars yang diberi judul The Mandalorian.

Diego Luna, Rogue One (We Got This Covered)

Faktor lain yang akan menambah total kekuatan Disney adalah merger-nya Disney dengan Fox. Tentunya, karakter serta franchise milik Fox nanti akan menjadi milik Disney. X-Men, Avatar, hingga franchise kartun The Simpson pun nanti akan berada di bawah naungan Disney.

Disney+ diproyeksikan hadir akhir 2019 nanti, dengan harga subskripsi yang ditargetkan akan lebih murah dibanding pesaing utama mereka, yaitu Netflix. Namun, belum ada kabar pasti mengenai harga yang harus dibayar para pengguna layanan Disney+ nanti. Kemungkinan besar info mengenai harga dan lainnya akan diungkap pada acara yang diadakan Disney April 2019 mendatang, yang mengungkap info lebih lanjut tentang layanan streaming milik mereka tersebut.


Kutu Biru

Wanna die nyender