Kolaborasi antara John Boyega dan Letitia Wright


News Share to

John Boyega dan Letitia Wright telah membangun kapabilitas mereka sebagai aktor kulit hitam yang patut diperhitungkan sekarang. Penggemar budaya pop mungkin sudah tidak asing lagi dengan karakter Finn dari Star Wars atau Shuri dari Black Panther, karena kedua aktor ini telah membentuk citra mereka sebagai figur yang ikonik. Karakter-karakter yang telah mereka perankan membuat diri mereka menjadi protagonis kulit hitam sebagai agen penggerak naratif yang sangat kuat dan hal itu sangat berpengaruh dengan identitas mereka sebagai aktor. Maka dari itu, menempatkan mereka berdua di dalam satu film, sangatlah brilian.

Dilansir dari Deadline, kedua aktor ini akan bergabung dalam kisah fiksi ilmiah, lebih tepatnya mengenai film luar angkasa. Boyega dan Wright akan berperan dalam film yang berjudul Hold Back The Stars, yang merupakan adaptasi dari novel karya Katie Khan dengan judul yang sama. Mike Cahill (Another Earth, I Origins) direncanakan akan menyutradarai film ini dengan skenario yang akan ditulis oleh Christy Hall.

Bukan Sekedar Adaptasi

Hold Back the Stars digambarkan oleh Deadline sebagai ‘Romeo and Juliet meets Gravity,‘ tetapi lebih dari itu, mari kita gali lebih dalam, karena di dalam buku aslinya sendiri memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada film nya. Tokoh yang diperankan oleh Boyega dan Wright digambarkan sebagai tokoh yang saling mengikat cinta dan keduanya akan berakhir tragis di sebuah ruang angkasa.

Sebenarnya Novel Khan ini memang beraliran romansa, namun cinta mereka terlarang, tokoh Carys (Wright) dan Max (Boyega) hidup dimasa ketika kehidupan bumi sangat utopia, sebagian dunia telah hancur karena perang nuklir, membuat negara-negara berubah dan menjadikan masyarakat mereka sebagai masyarakat yang kolektif bernama Europia.

Nah, dalam dunia baru ini lah, kehidupan mereka benar-benar futuristik, perbedaan budaya telah hancur, orang-orang menjalani kehidupan nomaden, bergerak antar kota ke kota setiap tahunnya.

Bahkan sistem kepercayaan menjadi disederhanakan antara dua faksi yang bersebrangan dari berbagai macam agama yang dulunya dikenal manusia. Namun yang paling menonjol adalah mengenai cinta secara keseluruhan, cinta sangat diatur oleh kehidupan di Europia. Menurut aturannya, orang-orang yang boleh jatuh cinta dan memiliki hubungan adalah orang-orang yang berusia tiga puluhan dan diizinkan untuk membentuk hubungan secara jangka panjang. Namun Carys dan Max jauh lebih muda dari sekedar usia 30-an.

Hold Back the Stars menjadi sebuah cerita dengan plot yang tidak linear, Pembaca mengikuti dilema di mana waktu masa kini yang menunjukan Carys dan Max sedang menghadapi kematiannya di ruang angkasa, sementara di masa lalu digambarkan kilas balik tentang asmara mereka yang berada di bumi. Konstruksi sosial dan budaya ini berusaha untuk menghalangi hubungan mereka yang sudah dijalin.

Via : Variety.com

Boyega dan Wright tampak sempurna untuk memerankan karakter Carys dan Max, belum lagi kecerdasan Carys adalah bagian penting dari karakternya, mengingat peran Wright sebagai Shuri dalam Black Phanter, memberi contoh bahwa Wright akan memberikan sentuhan itu kepada Carys. Sementara dilain sisi, karakter Max digambarkan sebagai karkater yang jahil dan lucu, hal tersebut adalah bagian dari Boyega, jika melihat film-filmnya ke belakang seperti Attack the Block, Star Wars, dan Pacific Rim: Uprising.

Melihat Mike Cahill

Film Another Earth, sebuah karya dengan potret trauma dan pemulihan rasa emosional tentang kehilangan yang memilukan, Cahill dengan berani memasukkan unsur tersebut ke dalam filmnya yang bahkan tergolong fiksi ilmiah, dan hal ini sangat cocok bagi Hold Back The Stars, sebagai perbandingan berikutnya, film Cahill yang berjudul I Origins membahas kemungkinan persimpangan antara sains dan keyakinan. Dalam Film tersebut, kemampuan cinta untuk mengubah arah kehidupan seseorang, digambarkan melalui kisah seorang ilmuwan yang entah kenapa bisa jatuh cinta kepada seorang wanita misterius setelah pertemuan yang tak teduga.

Via : Variety.com

Menjadi jelas, ketika pilihan sutradara jatuh kepada Cahill, karya-karyanya selalu berhubungan dengan tema cinta dan fiksi ilmiah. Oleh karena itu, pemilihan Cahill, Wright, dan Boyega akan membuat Hold Back the Stars menjadi sebuah karya yang patut ditunggu.


Kutu Laut

a man who loving the film without thinking too much when the film is bad