Kingsman : The Golden Circle (2017); A Total Overdose


Review Share to

Duration : 141 minutes

Genre : Action, Comedy

Director : Matthew Vaughn

Casts : Taron Egerton, Colin Firth, Julianne Moore, Mark Strong, Halle Berry, Pedro Pascal, Channing Tatum, Jeff Bridges, Elton John

Akhirnya setelah cukup lama tidak berkontribusi saya kembali punya kesempatan untuk menyumbang tulisan disini.  Awalnya saya mengira bahwa menulis review Kingsman akan menyengangkan seperti mendapat balasan pesan dari gebetan,  tapi nyatanya sedikit terasa seperti mendapat undangan kawinan dari mantan.

Setelah menelurkan The Secret Service 3 tahun silam,  tidak dapat dipungkiri Kingsman seolah menjadi angin segar untuk film dengan genre “spy with extraordinary stuff”.  Bagi saya meskipun The Secret Service seolah diberikan harapan untuk sekuel,  sejujurnya cerita Kingsman sudah berakhir dengan cukup manis.  But well,  Hollywood. Datanglah 2017, 3 tahun setelah perilisan The Secret Service, akhirnya Franchise Kingsman yang juga aslinya diangkat dari komik karya Mark Millan dan Dave Gibons ini menelurkan sekuel bertajuk “Golden Circle”.  Sejujurnya film ini tidak bisa dikatakan buruk,  tapi juga tidak memuaskan bagi saya.  Cukup banyak elemen yang terlalu dipaksakan disini.

Jokes sebagai salah satu elemen utama yang diunggulkan dari Kingsman terkadang kurang general yang membuat penonton tertawa hanya karena mendengar ada yang tertawa,  tanpa sebetulnya memahami yang dia tertawakan itu adalah ketidakpahamannya akan adegan tersebut.  Ribet ya bahasanya.  Haha.  But well,  it’s a fact.  Kingsman Golden Circle terkadang terlalu over dalam memberikan kadar poin-poin penting,  yang membuat 2 jam 20 menit kurang berkesan meskipun tetap menghibur.

Elemen aksi dalam Kingsman yang hingga saat ini saya anggap memiliki sebuah adegan yang menjadi salah satu adegan bad ass dalam sebuah film kala Colin Firth a.k.a Harry a.k.a Galahad membantai seisi gereja dalam The Secret Service membuat saya cukup berekspektasi Golden Circle akan memberikan hal serupa.  Tetapi sayangnya,  terlalu banyak adegan yang seolah dibentuk untuk menjadi adegan bad ass yang membuat tidak ada satupun adegan pertarungan yang cukup memorable.

Plot cerita pun terkesan terlalu dipaksakan dan kurang mengalir.  Durasi terasa terlalu melar yang membuat inti cerita terlalu berusaha untuk dipanjangkan saat sebetulnya inti cerita sudah dapat ditangkap di pertengahan film yang membuat bagian akhir film seolah dipaksakan untuk cepat selesai.  Sisi melankolis yang disajikan pun seolah terlalu banyak,  namun dengan cara yang dingin sehingga meskipun tragis,  terasa kurang menyentuh.

Seperti pendahulunya,  The Golden Circle dihiasi dengan cast yang mentereng, mulai dari cast lama seperti Taron Egerton,  Colin Firth,  dan Mark Strong,  hingga tambahan cast sekaliber Juliane Moore,  Channing Tatum,  Halle Berry,  dan Jeff Bridges.  Oya,  bahkan Elton John! Namun kembali lagi,  banyaknya cast mentereng membuat film ini menyia-nyiakan mereka.  Katakanlah Channing Tatum dan Halle Berry yang seolah hanya menjadi tim hore.  Seperti membeli Messi dan Ronaldo untuk bermain satu tim namun memainkan mereka sebagai full back.

Meskipun scoring dan soundtrack yang dipilih cukup berkesan,  serta sinematografi dan camera works yang cukup ciamik, bagi saya Matthew Vaughan,  sutradara yang juga menggawangi Kick Ass dan X-Men : First Class,  kurang memberikan “roh” dalam Kingsman : The Golden Circle. Duetnya dengan Jane Goldman dalam menyusun screenplay untuk Kingsman saya rasa terlalu over dalam cukup banyak poin penting yang membuat film ini terlalu overdosis.

Bahkan terlalu banyak cinta pun dapat membunuh.

Score : 6.5/10

Memorable Quotes : “Manners, Maketh, Man” –  Harry Hart  (Originally by William of Wykeham ; motto of Winchester College and New College, Oxford)

*P.s : In case kalian ingin diingatkan tentang “adegan bad ass” Galahad


Kutu Klimis

Just sit and talk about football, Manchester United, or movies, and we will be good buddies in no time.