Ketika Ruben Fleischer Angkat Bicara Mengenai ‘Venom’


News Share to

'Artikel ini mengandung spoiler'

Sutradara Venom, Ruben Fleischer mengakui bahwa salah satu lubang plot terbesar dalam medium film adalah lubang plot itu sendiri. Sebab hal tersebut memang kadang sulit dijelaskan, dan bukan rahasia lagi bahwa film-film yang mengadaptasi dari komik cenderung memiliki lubang plot dan umumnya memang sulit untuk dijelaskan. Kadang-kadang isu-isu tersebut cenderung muncul karena sebagian besar film blockbuster harus mematuhi kesinambungan yang ditetapkan oleh film-film sebelumnya, bahkan yang memiliki universe bersama seperti yang dilakukan oleh Marvel Cinematic Universe. Tapi ada kalanya sebenarnya lubang plot hanyalah kesalahan kuno.

Di Venom, salah satu kesalahan itu terjadi pada awal-awal film. Ketika simbiot tiba di Bumi dan salah satu dari mereka lepas, Riot, dia lepas, dan mengikat dengan salah satu inang pertamanya, yang kemudian beralih ke seorang wanita tua. Karena simbiot harus terus berpindah dari satu inang ke yang lain untuk bertahan hidup, tidak masuk akal bahwa Riot tampaknya tetap terikat dengan wanita tua itu selama enam bulan. Tentu, itu bisa dijelaskan dengan beberapa alasan buku komik yang tidak logis, tetapi ternyata, sutradara setuju itu hanya sebuah lubang plot.

(Sumber: sonypictures.com)

Dalam sebuah wawancara dengan Gamespot, Fleischer ditanyai mengapa sepertinya tidak ada penjelasan waktu untuk Riot dan mengapa masih terikat dengan wanita tua selama enam bulan. Alih-alih untuk beralasan, Fleischer malah membenarkannya dengan mengatakan bahwa perlu untuk menunjukan bahwa lompatan waktu tersebut selama 6 bulan, sebab hal ini juga dipakai untuk perkenalan Tom Hardy sebagai Eddie Brock, dan memang, lubang plot tersebut adalah produk samping.

“Ide kami adalah Riot menggunakan kekuatan hidupnya dari siapa pun yang dia ambil, dan kemudian dia melompat ke pesawat dan kemudian menemukan inang baru untuk membawanya lebih jauh dalam perjalanannya…Ya, itu bagus, mudah-mudahan kesalahan logika ini termaafkan, sebab kita harus memiliki screentime untuk menunjukan kejatuhan Eddie sebagai seorang jurnalis.“

Ruben Fleischer (Sumber: ubackground.com)

Fleischer memahami bahwa itu adalah lubang plot. Namun Ruben menambahkan tanggapannya bahwa dia suka berpikir wanita tua itu hanya berkeliling Malaysia selama enam bulan dengan membunuh orang dengan duri di punggungnya sampai dia siap untuk pergi ke San Francisco.

“Tapi aku suka berpikir bahwa wanita tua itu sedang melakukan pembunuhan di seluruh Malaysia, dan dia hanya bersenang-senang saja, hanya membunuh orang-orang di Malaysia.“

Tentu saja, ini bukan satu-satunya lubang plot atau pertanyaan yang tidak terjawab dalam film.

Untuk saat ini, penggemar buku komik dan penonton film bisa mendapatkan sensasi luar biasa, dengan Sony yang mencoba membangun universe dari musuh-musuh Spiderman, setelah hal ini terjadi dan Venom akan menghasilkan banyak uang, sangatlah mungkin bahwa Sony akan terus bergerak maju dengan Venom 2 atau Venom 3 atau mungkin membuat universe dari Venom itu sendiri.


Kutu Laut

a man who loving the film without thinking too much when the film is bad