Ketika Roman Polanski Membela Dirinya


News Share to

Sebenarnya kabar mengenai Roman Polanski yang mengumumkan bahwa ia akan segera membuat film baru, telah diumumkan pada tahun 2012. Ketika mengetahui berita ini, para penikmat film yang membenci Polanski segera menyebar dan dengan cepat membencinya, apalagi ketika proyek ini mengumumkan tanggal syutingnya akan segera dimulai.

Berjudul J’Accuse, film ini didasarkan pada cerita Alfred Dreyfus yanng didakwa oleh pemerintahan Perancis karena spionase dan telah membocorkan rahasia-rahasia pemerintahan Perancis. Pada saat yang sama, Perancis saat itu tengah dihinggapi permasalahan sikap antisemitisme.

Antisemitisme sendiri merupakan suatu sikap permusuhan atau prasangka terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk tindakan penganiayaan/penyiksaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras, mulai dari kebencian terhadap individu hingga lembaga.

(Sumber: variety.com)

Film ini sendiri mengambil judul yang sama terhadap karya novelis dan penyair terkenal Emile Zola yang diterbitkan pada tahun 1898, akibatnya Dreyfus harus dijebloskan ke dalam penjara. Setelah tidak terbukti, tetap saja Dreyfus tidak dibebaskan dan kemudian menghabiskan waktunya selama empat tahun di Penjara Pulau Setan.

Novelis Robert Harris dikabarkan akan didapuk sebagai penulis naskah dalam film ini, sementara Louis Garrel akan memainkan Dreyfus. Jean Dujardin, aktor terbaik pemenang Oscar untuk The Artist, akan berperan sebagai Kolonel Picquart, kepala intelijen yang memimpin upaya untuk menemukan pelaku sesungguhnya.

Namun kenapa para penikmat film sangat membenci Polanski?

Alasannya karena Polanski sendiri adalah buronan dari hukum Amerika Serikat. Subjek film ini sebenarnya merupakan kritik di tengah arusnya sosial media, dan menjadi upaya pertahanan Polanski mengenai dirinya. Mengingat Polanski dituduh melakukan pemerkosaan dan pelecehan seks pada anak di bawah umur 17 tahun pada tahun 1977.

Tentu saja menurut hukum di Amerika, melakukan hubungan seksual dengan anak di bawah umur adalah hubungan yang tidak sah. Polanski pun memang telah mengaku bersalah atas kasus pelecehan seksualnya. Namun alih-alih menerima hukuman yang harus ia jalani, Polanski malah meninggalkan Amerika Serikat dan beralih menjadi warga Perancis pada tahun 1978.

Akibatnya, Polanski menjadi tokoh yang ikonik dan wajahnya menjadi bahan olok-olokan. Ketika kampanye #MeToo mencapai puncaknya pada tahun ini, bersamaan dengan Bill Cosby, Polanski adalah subjek utama sebagai tokoh yang pernah melakukan kejahatan seksual.


Kutu Laut

a man who loving the film without thinking too much when the film is bad