Kate Winslet: Sebuah Dedikasi yang Tak Kenal Batas


Tokoh dan Sejarah Share to

‘I can’t just learn my lines and do [my job], but perhaps that’s because I don’t want to act, I want to be. And I do think there’s a difference.‘

Lebih dari sekadar aktris terbaik dengan sebuah penyematan sebagai aktris level-A melalui semua pencapaian yang telah ia capai, Kate Elizabeth Winslet memang memilki kualitas yang langka di balik kehidupan aktris pada umumnya. Tidak seperti perempuan lainnya, Kate tidak tergoda untuk mencapai status selebritas meskipun sebenarnya pintu tersebut telah terbuka lebar untuknya. Alih-alih untuk mencapai tujuan tersebut, Kate lebih mementingkan karya-karya yang sudah dihasilkannya sebagai Aktris. Apa lagi yang harus diperhatikan, Kate tidak menetapkan dirinya harus jatuh ke standar penampilan fisik Hollywood karena dia lebih memilih untuk mempertahankan sosok yang rendah hati, tanpa harus pusing untuk memikirkan soal berat badan tubuhnya, dan yang terpenting dedikasi dalam memerankan suatu tokoh adalah suatu hal yang harus diprioritaskan. Ini membuktikan kepada dunia bahwa itu adalah nilai yang paling penting bagi karir dia sebagai aktris.

instyle.com

Dibesarkan di Reading, Berkshire, Inggris, ia lahir pada 5 Oktober 1975. Kate telah menerima pengaruh kuat dari keluarganya yang membawanya menjadi aktris profesional di usia muda. Kedua orang tuanya, Roger dan Sally Bridges-Winslet, serta pamannya, Robert Bridges, adalah aktor panggung, sementara kakek-neneknya dari pihak ibu, Oliver dan Linda Bridges, memiliki usaha sebuah tempat pementasan teater yang bernama Reading Repertory Theatre, sehingga pertumbuhan minatnya dalam seni pertunjukan hampir tidak bisa ditentang memang. Untuk mengejar mimpinya, gadis 11 tahun itu kemudian memasuki Redroofs Theatre School di Maidenhead, Inggris, sehingga terlibat dalam beberapa produksi panggung seperti “Adrian Mole,” “Peter Pan,” “A Game of Soldiers,” dan “What The Butler Saw” yang diganjar dengan nominasi penghargaan pertamanya dari Manchester Evening News pada tahun 1994.

Mengalami debut layarnya melalui serial TV Inggris berjudul “Shrinks” (1990), Kate kemudian meninggalkan sekolahnya pada tahun 1991 untuk mengembangkan karir aktingnya dan Kate berhasil tampil di beberapa program TV lainnya, seperti “Dark Season” (1991), “Get Back” (1992), “Anglo Saxon Attitudes” (1992), plus “Casualty” (1993). Berkat hasil kerja kerasnya tersebut, gadis berusia 17 tahun ini pada saat itu, berhasil mendapatkan peran film pertamanya dalam audisi untuk film ‘Heavenly Creatures’ nya Peter Jackson, mengalahkan 175 calon lainnya untuk menggambarkan seorang remaja obsesif bernama Juliet Hulme. Dirilis pada tahun 1994, film thriller drama ini secara mengejutkan menjadi sebuah film yang sangat sukses baik menurut kritikus maupun finansial, yang kemudian mampu mendapatkan perhatian publik dan membawanya ke peran yang lebih serius dalam produksi yang berbiaya tinggi, “A Kid di King Arthur’s Court” bersama dengan “Sense and Sensibility” yang muncul pada tahun 1995.

Still photo from ‘ Sense and Sensibility (1995) ‘

Bergabung bersama Emma Thompson, Alan Rickman, dan Hugh Grant dalam “Sense and Sensibility,” Kate menampilkan penampilan yang luar biasa sebagai Marianne Dashwood, sehingga ia dianugerahi nominasi Aktris Pendukung Terbaik dalam empat ajang penghargaan bergengsi pada tahun 1996, yaitu BAFTA Awards, Academy Awards, Penghargaan Golden Globe dan Screen Actors Guild Awards di mana dia kemudian memenangkan gelar. Pencapaian besar ini secara otomatis membuat Kate menjadi sorotan dan berakhir pada film arahan James Cameron “Titanic” (1997) yang benar-benar melambungkannya ke pengakuan yang lebih luas lagi. Terbukti film ini menjadi film terlaris sepanjang masa dengan pendapatan dunia yang begitu luar biasa, lebih dari 1,8 miliar dolar AS. Selanjutnya, fitur drama romantis ini membimbingnya untuk mendapatkan nominasi kedua di Academy Awards pada tahun 1998, kali ini dalam kategori Aktris Terbaik untuk Peran Utama.

Still photo from ‘ Titanic (1997) ‘

Ketika pencapaian puncaknya dalam film ‘Titanic’ begitu sukses dan sangat mengejutkan semua orang, Kate tiba-tiba memilih untuk terlibat dalam proyek yang lebih kecil berjudul “Hideous Kinky” (1999), bukannya terus membintangi film-film blockbuster Hollywood lainnya setelah hasil sensasional “Titanic.”

Dalam urusan perasaan, Kate jatuh cinta dengan asisten sutradara ketiga film tersebut (Hideous Kinky), James Threapleton, yang kemudian mengantarkan mereka untuk melakukan upacara pernikahannya pada 22 November 1998. Sementara itu, kariernya berjalan normal dan stabil, ia tetap sibuk membintangi film seperti “Holy Smoke” arahan Jane Campion (1999) dan menjadi lawan Harvey Keitel di “Quills” (2000) bersama dengan Geoffrey Rush, Michael Caine, juga Joaquin Phoenix. Dia kemudian melanjutkan untuk mengambil peran dalam “Enigma” (2001), sebuah drama Inggris yang digambarkan dalam Perang Dunia II.

heart.co.uk

Saat ditengah padatnya jadwal syuting, Kate ternyata sedang mengandung seorang anak dan melahirkan seorang wanita kecil manis bernama Mia Honey Threapleton pada tanggal 12 Oktober 2000, Kate mengambil waktu cuti untuk merawat bayi perempuan ini sebelum mengumumkan proyek berikutnya.

Enam bulan kemudian dia membuat pernyataan mengejutkan tentang dirinya. berpisah dengan James pada bulan Desember, pasangan itu secara resmi meminta surat perceraian. Sementara itu, “Iris” (2001), di mana dia memainkan versi muda dari tokoh sastra Iris Murdoch, mendapat ulasan dan sanjungan hangat dari para kritikus, dan membawanya untuk sekali lagi menjadi nominasi Aktris Pendukung Terbaik di Academy Awards, Golden Globe Awards, dan BAFTA pada tahun 2002.

telegraph.co.uk

Di bulan Februari tahun 2003 dengan penampilannya yang luar biasa dalam “The Life of David Gale,” ia juga diganjar oleh beberapa penghargaan. Di tahun yang sama Kate ternyata menikahi sutradara terkenal Sam Mendes pada 24 Mei dan diberi momongan bernama Joe Alfie Winslet Mendes pada 22 Desember 2003.

Kate lalu memulai tahun 2004 sebagai lawan karakter dari Jim Carrey dalam “Eternal Sunshine of the Spotless Mind“, yang mengantarkannya untuk meraih nominasi lain di Academy Awards, membuatnya menjadi satu-satunya aktris di bawah usia 30 yang dinominasikan untuk empat kali dalam acara tersebut.

hollywoodreporter.com

Sekali lagi dengan pencapaian-pencapaian tersebut, hal itu mampu membawa Kate mencapai titik tertinggi dalam karirnya. Saat ini Kate terus berkarya melalui film-film yang ia bintangi, sambil menjadi inspirasi bagi aktris-aktris muda dalam mengeluarkan ekspresi terbaiknya ketika memerankan sesuatu. Selamat ulang tahun Kate Winslet!


Kutu Laut

a man who loving the film without thinking too much when the film is bad