Gundala: Sebuah Harapan yang tidak bikin Gundah Gulana


News Share to

 

Dalam postingan instagram terbaru Joko Anwar, nampaknya Gundala telah memulai proses pengambilan gambar dari film tersebut, seperti yang sudah diketahui, proyek film pahlawan super asal Indonesia ini akan digarap 3 rumah produksi sekaligus yaitu Screenplay Film bersama Bumilangit Studios dan Legacy Pictures.

Awalnya, Proyek Film Gundala ini mendapuk Hanung Bramantyo sebagai orang yang duduk di kursi sutradara, namun karena tidak adanya kecocokan antara Hanung dan Bumilangit Studios yang menjadi pemegang hak karakter Komik Gundala, maka proyek ini sempat tertunda hampir selama 4 tahun, sebab di awal pemberitaannya, Gundala sendiri dijadwalkan akan rilis pada tahun 2016 dan dijadwalkan memulai produksi pada tahun 2014.

Gundala sendiri menjadi harapan bagi Bumilangit Studios agar bisa menjadi batu loncatan terhadap karakter-karakter pahlawan super Indonesia lainnya agar bisa dimunculkan, dan membentuk suatu universe khusus bagi dunia pahlawan super Indonesia.

Namun bagaimana dengan Joko Anwar sendiri ? melihat gerak-geriknya, tampaknya Gundala mendapat suatu titik cerah, Joko datang dengan satu visi yang segar bagi Bumilangit Studios, dan hal itulah yang akhirnya membuat Bumilangit Studios percaya dengan Joko Anwar.

Hal ini menjadi penting, bagaimana suatu adaptasi komik ke dalam film butuh perhatian yang sangat khusus, dan treatment yang berbeda pula pada kebanyakan film fiksi pada umumnya, sebab Gundala adalah hal yang menarik dan bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa Indonesia memiliki banyak Intellectual Property yang tak kalah menarik dengan Marvel ataupun DC, dan hal ini diharapkan menjadi suatu hal yang relevan bagi anak muda zaman sekarang tentang pentingnya memperkenalkan pahlawan super buatan orang Indonesia.

Dengan Joko Anwar duduk di kursi sutradara dipastikan akan menjadi perhatian khusus pula bagi para penonton. Kita tentu masih ingat pada film Pengabdi Setan, ketika orang beramai-ramai membuat film dengan genre horor dengan formula yang begitu saja dan terlihat tak ada pembaharuan, Joko dengan Pengabdi Setan seakan-akan menampar keras, bagaimana ia membuat suatu hal yang baru dan segar, suatu atmosfer mencekam yang berbeda pada film horror umumnya, mencekik dan susah bernafas, menjauhkan segala bentuk pakem yang berbau seksi, dan membuat manusia-manusia di dalam filmnya se-netral mungkin, tak ada hitam putih, semuanya abu-abu.

Lalu semoga saja, Joko dengan ‘mainan barunya’ Gundala memberikan suatu yang memorable bagi penonton Indonesia terhadap genre pahlawan super ini, sebuah harapan yang tentunya tak akan bikin penonton gundah gulana.

Gundala adalah tokoh jagoan karya maestro cerita gambar Harya Suraminata, atau lebih dikenal dengan Hasmi. Dalam menciptakan tokoh Gundala, Hasmi terinspirasi oleh tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo Sang Penangkap Petir.

Pertama kali terbit pada tahun 1969, Gundala langsung menjadi tokoh cerita gambar legendaris Indonesia sejak terbit hingga hari ini. Gundala sendiri telah merilis 23 judul hingga tahun 1982.


Kutu Laut

a man who loving the film without thinking too much when the film is bad