Gett: The Trial of Viviane Amsalem (2014): Problematika Sebuah Perceraian


Review Share to

Sutradara: Ronit Elkabetz, Shlomi Elkabetz
Penulis: Ronit Elkabetz, Shlomi Elkabetz
Pemeran: Ronit Elkabetz, Simon Abkarian, Roberto Pollack, Eli Gornstein, Rami Danon, Sasson Gabai
Genre: Drama
Durasi: 115 menit

Credit: filmint.nu

Ditulis dengan penuh kebimbangan dikarenakan saya harus mengganti judul skripsi. Gett, The Trial of Viviane Amsalem sebenarnya sudah sering terpikirkan untuk saya berikan reviewnya, terima kasih untuk koneksi internet kampus yang bapuk sehingga terluangkan kesempatan untuk menulisnya.

Drama merupakan bagian kehidupan yang nampaknya paling lekat dan dekat dengan manusia dikarenakan alat perasa bernama kalbu yang dengan sempurna diberikan Tuhan kepada kita. Karena itu, tolong ingatkan saya untuk selalu bersyukur.

Ini film drama, saya pribadi penyuka tipe drama seperti ini. Hanya satu tempat, penuh dengan dialog-dialog jujur. Film ruang sempit saya menyebutnya.

Credit: flixster.com

Dibuka dengan adegan dalam ruang sidang. Sebuah kasus perceraian. Viviane menggugat cerai suaminya, Elisha Amsalem. Perceraian itu rumit, lebih rumit dari keputusan awal untuk menikahi seseorang tersebut mungkin. Bisa jadi sebaliknya. Entahlah, karena hidup ini penuh dengan kemungkinan dan saya belum merasakan keduanya.

Budaya juga sangat berpengaruh terhadap tingkat keruwetan proses memisahkan dua insan secara sah menurut negara dan agama. Tak terkecuali di Israel, hanya Rabbi(s) lah yang mampu melegalkan pernikahan maupun perceraian seorang yahudi. Namun ada kekuatan yang melebihi keputusan Rabbis (hakim) dalam sebuah kasus perceraian, yaitu persetujuan penuh seorang suami. Ya, si istri bisa saja memunculkan banyak saksi yang mampu meyakinkan Rabbis untuk menceraikan dia dengan suaminya, namun skenario tersebut bisa dengan mudah suami gagalkan hanya dengan berkata “tidak” ketika hakim bertanya “apakah anda ingin bercerai dengan istri anda?”.

Credit: musicboxfilms.com

Drama akan semakin menjadi-jadi ketika ada saja problematika persidangan, seperti Elisha yang sengaja tidak hadir berkali-kali dalam persidangan, atau seorang Rabbi yang entah bagaimana ceritanya menjadi luapan kata-kata kotor Viviane yang disinyalir berasal dari akumulasi tingkat stres selama bertahun-tahun yang pecah sepecah-pecahnya di ruang sidang.

Rentetan pelik penuh alasan akan memicu ruang rasa serta pemikiran anda selama hampir 2 jam pada layar dimana anda memutuskan untuk menonton film ini. Perceraian memang seharusnya rumit, melebihi kerumitan saya mencari jurnal acuan baru untuk judul skripsi.

Rating: 8.5/10


Kutu Butara

Biasanya demen nonton film ruang sempit dan serial crime/thriller.