George Lucas: Sang Pencipta Star Wars


Tokoh dan Sejarah Share to

Ada satu hal yang selalu melekat jika kita berbicara tentang George Lucas, Star Wars. Ya, Lucas adalah orang dibalik hadirnya salah satu franchise terbesar yang pernah ada di dunia hiburan. Bahkan Star Wars telah berubah menjadi ‘pop culture phenomenon’ yang terus bertahan hingga saat ini.

George Walton Lucas Jr lahir di Modesto, California, Amerika Serikat pada 14 Mei 1944. Kehidupan di Modesto membuat Lucas kecil memiliki ketertarikan pada balapan. Bahkan dia mengaku memang pernah ingin menjadi seorang pembalap. Namun hal itu berubah ketika dia mengalami kecelakaan fatal pada 1962. Sebuah kecelakaan yang akhirnya membawa Lucas kepada hal baru, sinematografi.

Ia pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi di USC School of Cinematic Arts. Di sanalah Lucas pertama kali bertemu dengan orang-orang seperti Randal Kleiser, Walter Murch, Hal Barwood, John Millius, dan juga Steven Spielberg.

Ada dua orang di USC yang begitu mempengaruhi kemampuan Lucas dalam membuat film, Lester Novros dan Slavko Vorkapich. Lester banyak mengajarkan tentang elemen non naratif seperti warna, cahaya, ruang, waktu, dan juga pergerakan kamera. Sedangakan Vorkapich lebih menekankan pada kemampuan alami, keunikan, dan dinamisme yang ada di sebuah film. Ya tak heran jika melihat karyanya yang begitu unggul dalam hal visual.

Dia pun menunjukkan ketertarikannya pada ‘pure cinema’, sebuah gaya pembuatan film yang berfokus pada elemen-elemen murni pada sebuah film seperti komposisi visual, pergerakan, dan ritme. Gaya ini memang mereduksi banyak hal dari sebuah film pada umumnya, terutama karakter dan cerita. Lucas akhirnya membuat beberapa judul film pendek ala ‘pure cinema’, seperti Look at Life, 1:42.08, dan Anyone Lived in a Pretty (how) Town.

Tahun 1969 Lucas membentuk American Zoetrope, studio yang dibuat bersama dengan Ford Coppola. Mereka bertujuan untuk menyediakan ruang bagi para sineas yang ingin berkarya “di luar” sistem Hollywood. Namun, film pertama Lucas di studio ini, THX 1138, gagal menuai sukses. Pada akhirnya, Lucas memilih untuk membuat perusahaannya sendiri, Lucasfilm, Ltd., dan ia pun menuai kesuksesan dari American Graffiti (1973).

Melalui reputasi dan kondisi ekonominya saat itu, ia secara perlahan mengembangkan sebuah cerita yang berlatar luar angkasa. Lalu muncullah Star Wars, yang diakuinya banyak terinspirasi dari The Hidden Fortress karya Akira Kurosawa. Di luar dugaan, Star Wars menuai sukses besar dengan menjadi film berpendapatan tertinggi saat itu.

Fox yang kala itu terkesan dengan kesuksesan American Graffiti dan Star Wars, menawarkan Lucas angka 150 ribu dollar untuk menggarap sekuel Star Wars. Namun ia menolak dan memilih untuk bernegosiasi tentang hak kepemilikan dari lisensi dan juga merchandise Star Wars. Fox pun akhirnya menyetujuinya. Ternyata Lucas berhasil memanfaatkan hal tersebut dengan bijak. Pihak Lucasfilm pada akhirnya berhasil meraup jutaan dollar dari lisensi mainan, video game, dan segala barang koleksi yang dibuat untuk franchise Star Wars.

Namun setelah Star Wars rilis, dia memasuki masa hiatus sebagai sutradara dan fokus sebagai penulis atau produser, termasuk spinoff Star Wars untuk film, televisi, dan media lainnya. Hal ini faktanya tetap menjaga kesuksesan seorang George Lucas, salah satunya adalah Body Heat (1981), Labyrinth (1986), The Land Before Time (1988), dan proyek bersama Steven Spielberg, Indiana Jones, yang keempat filmnya ditulis langsung oleh Lucas. Namun bukan berarti dia tak mengalami kegagalan. Toh, nyatanya ada beberapa film yang gagal menuai kesuksesan seperti More American Graffiti (1979), Tucker: The Man and His Dream (1988), dan Howard the Duck (1986) yang disebut-sebut sebagai kegagalan terbesar Lucasfilm.

Setelah menuai berbagai ketidakberuntungan, Lucas akhirnya memutuskan untuk kembali turun tangan sebagai sutradara. Dia pun membuat trilogi prequel film Star Wars, yang dimulai pada 1999. Meski prequel tersebut menuai pujian dan kritik, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa ketiga film tersebut menuai keuntungan yang besar. Dia pun kembali menulis untuk Indiana Jones, yang bertajuk Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008).

Pada 2012, Lucas menyatakan ingin mundur dari pembuatan film-film blockbuster dan memilih untuk memfokuskan kembali kariernya pada film-film independen. Di tahun yang sama, ia juga menunjuk Kathleen Kennedy sebagai tangan kanannya, dan akhirnya Lucasfilm pun dijual ke Disney. Sejak 2014, Lucas sudah berada di masa semi pensiun sebagai sineas. Dia pun hanya bekerja sebagai konsultan kreatif tentang franchise Star Wars dan Indiana Jones.

Selain Star Wars dan Indiana Jones, ada satu hal yang hadir berkat Lucas, yaitu Pixar. Pada awalnya Pixar adalah salah satu divisi komputer di Lucasfilm. Namun grup tersebut dibeli oleh Steve Jobs pada 1986 dengan mahar 5 juta dollar. Kala itu memang Lucas ingin menghentikan kerugian yang mencapai 7 juta dollar akibat riset untuk teknologi yang dikembangkan. Atau lebih tepatnya Lucasfilm memilih untuk fokus pada produk hiburan ketimbang teknologi.

Beruntung memang di dunia ini ada George Lucas. Seseorang yang berhasil menerjemahkan idealismenya ke dalam kreativitas dan membawanya ke dalam kesuksesan besar. Ya, sampai kapan pun baik Star Wars dan Indiana Jones akan tetap menjadi sejarah penting dalam dunia perfilman.


Kutu Kasur

"Most of us are losers most of the time, if you think about it." - Richard Linklater