Game of Thrones: Season 7 Episode 6 – “Beyond The Wall”


Review Share to
Credit: IMDb

MENGANDUNG SPOILER!!

Sekadar pengingat, serial yang tayang perdana pada 11 April 6 tahun silam ini menampilkan adegan pembuka yang sangat berkesan bagi saya. Sejak saat itu, bayang-bayang akan potensi cerita dari balik ‘Tembok’ selalu mengisi pikiran dan menjadi bagian yang paling dinanti. Setelah “Hardhome”, episode inilah yang membuat saya kembali merinding, ditambah ekstra ngos-ngosan.

Adegan dibuka dengan cukup menghibur dari Magnificent Seven. Bersatunya Jon, Tormund, Jorah, Gendry, The Hound, Beric dan Thoros menyajikan sebuah pengalaman langka dari Game of Thrones, dimana para karakter iconic menyatu padu dalam banyak adegan. Dialog-dialog jenaka seputar masa lalu dan pertanyaan latar belakang, mendominasi obrolan dari ketujuh orang ini.

Fokusnya cerita “Beyond The Wall”, terasa seperti menyaksikan episode spesial Game of Thrones dimana dipenuhi suasana dingin, angin, dan salju yang mendominasi hampir di sepanjang episode. Beruntung masih terdapat porsi cerita dari Dragonstone, sehingga bisa menghangatkan episode ini.

Perjalanan Tim Jon selama menyusuri sisi utara Eastwatch, berhasil menyuguhkan bentang alam memukau, yang seingat saya belum pernah ada episode bertema White Walkers di Game of Thrones menampilkannya. Rasa mencekam dan anggapan penuh kabut dari balik ‘Tembok’, tidak ditampilkan secara instan begitu saja. Perubahan cuaca coba diperlihatkan dalam perjalanan Tim Jon. Masih adanya sinar matahari pada awal perjalanan, hingga berangsur-angsur dipudarkan ketika mereka semakin ke utara. Selain dinamika cuaca, sang sutradara episode ini sepertinya ingin menambahkan informasi waktu dalam perjalanan Tim Jon.

Credit: IMDb

Dari Winterfell, sesuai dugaan Arya dan Sansa sedang meributkan masalah gulungan surat konspirasi yang masih belum tertebak akan dibawa ke arah mana. Elemen kejutan sepertinya sedang dipersiapkan Showrunners dari tempat lahirnya klan Stark ini. Satu yang pasti, Sansa telah mengetahui kemampuan Arya. Kepergian Brianne menuju King’s Landing, praktis menyediakan ruang terbuka untuk Littefinger menjalankan tujuannya, yang menurut saya masih abu-abu. Tak Jelas. ”Mau ngapaian sih ini Petyr Baelish?” Rasa-rasanya akan ada ‘pertarungan’ frontal dari Arya dan Littlefinger dengan perantara (atau bahkan memanfaatkan) Sansa di episode finale besok. Mari kita tunggu!!

Si visioner Tyrion, ternyata menyimpan niat super mulia untuk keberlanjutan program-program yang akan diusung Daenerys, ketika si Ibu Naga ini nantinya berhasil menjadi pemangku tahta secara resmi di Westeros. Keturunan merupakan topik yang disinggung Tyrion kepada Daenerys. Benarkah Dany tak bisa punya anak?

Misi menangkap Wight dari Tim Jon akhirnya memasuki tahap sangat berbahaya ketika pandangan mereka terbatas akibat lebatnya salju yang turun. Kaget!! Itulah reaksi saya saat datang kontak pertama dari serangan samar-samar Beruang Zombie. Nuansa yang menegangkan dimaksimalkan dengan sebuah formasi melingkar dari Tim Jon guna mempertahankan diri.

Dan… momen yang saya tunggu-tunggu sejak Trailer Game of Thrones Season 7 dirilis akhirnya tiba. *Desiiiiwww.. *beneran ada bunyinya.. Beric dan Thoros menyalakan api pada pedang mereka. Rasa gembira luar biasa melihat aksi pedang api dari The Brotherhood Without Banners, seketika berubah menjadi perasaan waswas ketika Thoros terkena serangan Beruang Zombie.

Rasa khawatir, cemas, dan takut kemudian mulai merayapi hati ketika Tim Jon benar-benar harus berhadapan dengan pasukan Wight. Jon yang paham bahwa kondisi timnya di ujung tanduk, resmi menjadikan Gendry bukan hanya Pandai Besi, tapi si Pandai Lari. Dengan kecepatan dan stamina diatas rata-rata pemuda Westeros pada umumnya, anak haram Robert Baratheon ini kembali ke Eastwatch untuk minta bantuan.

Di utara, Tim Jon akhirnya berhasil menangkap 1 Wight. Posisi yang semakin terjepit menuntut mereka harus bergerak menuju sebuah gundukan batu di tengah danau yang membeku. Pada momen ini, terjawab sudah pertanyaan besar saya. “Mengapa Wight menghindari air??” Ternyata tak ada alasannya. Mereka toh tidak mati jika terkena air. Masih bisa bergerak di dalam air. Jadi ya, mungkin karena merasa gerakan mereka terbatas di air, sebisa mungkin mereka menjauhi air. Bisa saja, dikarenakan air merupakan sumber kehidupan, reputasi mereka sebagai kader-kader kematian menjadi ternoda jika dekat atau berada di air. Apasih.

Credit: Mashable

Apresiasi perlu kita layangkan kepada penulis skrip, dimana berhasil menciptakan sebuah kondisi tersudut di tempat yang tepat dan sulit bagi Tim Jon, dengan dikelilingi pasukan Wight dan Panglima-Panglima dari Night King. Ketika Jon dan kawan-kawan sudah pasrah dan berada di titik putus asa, bantuan akhirnya datang dari Daenerys yang mengenakan setelan salju.

Terlepas dari siapakah desainer Westeros yang merancang, setelan ini menjadi materi segar untuk si Ibu Naga. Dengan scoring membahana, Tim Jon terselamatkan oleh ketiga anak Daenerys. Upaya evakuasi dari Daenerys dan sembur sana-sini dari 3 Naga, akhirnya berubah saat Night King (yang entah darimana belajar menombak) meluncurkan Signature Weapon nya ke arah Viserion. *membidik *bidiklagi *lempar

*Ooaaaaaa.. Viserion terkena tombak disekitaran tembolok apinya. Raut sedih dari sang Ibu memberikan panggung sendiri untuk Emilia Clarke mempertontonkan kemampuan aktingnya, yang menurut saya sangat baik. Mimik wajah Dany, bisa jadi merupakan akumulasi dari kesedihan tumbangnya Viserion, dan kenyataan bahwa Jon harus ditinggalkan bersama ribuan Wight. “Bibi sedih ya?” ujar saya dalam hati. Mimik tersebut semakin jelas terlihat ketika Dany dipanggil ‘Dany’ oleh Jon yang sudah selamat wal’afiat, dan selama perbincangan setelahnya. Kalau benar Daenerys dan Jon saling cinta, bakalan jadi cerita incest lagi dong..

Jika kalian ingat, dalam vision Bran di awal Season 7 (kalau tak salah) dirinya pernah melihat Giant (bangsanya Wun-Wun) berada dalam pasukan Night King. Mengapa Giant Wight tersebut tak terlihat dalam pasukan Night King yang menyerang Tim Jon? Disini, lagi-lagi saya melihat kejelian Showrunners. Mereka sengaja memformulasikan setting tempat di danau yang membeku dalam adegan terhimpitnya Tim Jon, sehingga menjadi tempat yang sangat tidak cocok untuk Giant Wight beraksi. Atau mungkin, Giant Wight berada dengan sekumpulan rombongan Wight kelas berat lainnya, bersama zombie-zombie hewan. Jika kuda dan beruang saja ada versi undeadnya, masa kalian tidak mau melihat Mammoth Zombie?

Misteri terbesar episode ini justru mengemuka perihal rantai kapal yang dipakai pasukan Wight untuk mengerek Viserion dari dalam air. Dari mana ya?

Sembilu datang lagi, yang rasanya nyaris seperti menyaksikan akhir episode “The Door”. Kehilangan Thoros dan Uncle Benjen menandakan bahwa Game of Thrones sepertinya mulai mencoba mengecilkan kemungkinan dari setiap kejadian. Tak ada lagi sohib yang bisa membangkitkan Beric jika dirinya mati (lagi) nanti. Night King dan pasukan yang terus bergerak ke selatan, mewajibkan Uncle Benjen tewas agar kisah di balik ‘Tembok’ tak tersisa.

Dan akhirnya.. ujung Season 7 beserta Ice Dragon sudah berada di depan mata. Siapkah kalian menyambut minggu-minggu sunyi tanpa Jon Snow, Daenerys Targaryen, Queen Cersei, Night King dan burung-burung kecil Lord Varys?

*Mau merasakan sensasi beda dalam menikmati Finale nanti? Gabung Nobar Kutu Film yuk.


Kutu Butara

Penonton kasual