Game of Thrones: Season 7 Episode 4 – The ‘Spoils of War’


Review Share to

MENGANDUNG SPOILER!!

Episode dengan durasi terpendek pada Season 7 ini (50 menit) berhasil menghadirkan sajian perang tak terduga, yang dipicu rasa muak Dany terhadap aksi ‘main cantik’ a la Tyrion. Dengan durasi terbatas, kalian hanya akan diberikan jatah untuk melihat kondisi terkini dari Winterfell, King’s Landing, serta pasukan Lannister pimpinan Jaime yang menuju ibukota sehabis merebut Highgarden.

Kembali, Winterfell kepulangan satu lagi perempuan Stark yang telah lama melanglang buana. Kecerdikan diperlihatkan oleh showrunners, yang merubah nuansa pertemuan yang sebenarnya bisa dibuat seharu mungkin. Arya dan Sansa berjumpa dalam sebuah momen nostalgia dengan turut mengenang Ned Stark, tepat di depan patung sang ayah.

Ketika Bran dipertemukan Arya, Three-Eyed Raven ini pun kembali mempertunjukkan kemampuannya menembus ruang dan waktu. Jika kalian masih belum melihat kemampuan Arya selain menjadi Faceless Girl, tenang, di episode kali ini dirinya akan mempertontonkan kemampuan bertarung dengan pedangnya yang nyaris selihai Syrio Forel.

Credit: IMDb

Cersei yang dalam hati sepertinya ketar-ketir semenjak kedatangan ‘debt collector’ dari Braavos, akhirnya bisa sejenak lega setelah tibanya hasil rampasan emas dari Highgarden.

Bukti improvisasi cerita kembali tersaji saat misteri gua di Dragonstone coba dieksplor oleh Jon dan dijadikan bukti kepada Dany mengenai musuh sejati warga Westeros. Jokes ringan juga masih akan muncul dari ucapan-ucapan Ser Davos.

Beruntung saya telah menguatkan diri untuk tak menjamah spoiler yang sejak beberapa hari lalu muncul ke permukaan. Walhasil, pada sepertiga akhir episode ini, saya tak menduga akan terjadi serangan ‘Itu’.

Credit: IMDb

Naga, ‘Dracarys’, CGI, semua tumpah ruah dalam sebuah pertempuran epik khas Game of Thrones, yang budgetnya juga tak kalah dahsyat. Mimik muka Jaime ketika melihat Drogon, menjadi momen terbaik versi saya di episode kali ini.

Bron juga akan cukup banyak ambil bagian, mulai dari pengingatan kembali atas janji Jaime, hingga menjadi tokoh sentral pada momen-momen krusial di pertempuran. Perpindahan ke Westeros yang terlampau cepat dari Dany dan pasukan, menjelaskan bahwa alur cerita di episode ini tak selinear biasanya.

Menyisakan 3 episode lagi di Season 7 -dan sebagian besar karakter sentral telah berkumpul dengan pasukan masing-masing-, rasanya tak salah untuk mengharapkan porsi cerita dari White Walkers di paruh kedua Season ini. Saya sangat tak sabar untuk segera melihat Beric Dondarrion menyalakan api di pedangnya.


Kutu Ant-Man

not your typical movie reviewer