Film Indonesia: Paceklik Ramadan dan Potensi di Bulan Juli


Opini Share to

Ada hal miris yang terlihat dari perfilman Indonesia pada bulan Juni lalu. Ya, lagi-lagi film-film Indonesia harus mengalah dengan berbagai film Hollywood.

Mengalah yang saya maksud adalah dalam hal jadwal tayang di bioskop. Seperti yang kita tahu, bulan Juni adalah waktu di mana studio-studio besar Hollywood akan menayangkan film-film “terbaiknya”. Salah satu alasannya adalah di Amerika dan Eropa, Juni memang identik dengan awal musim panas dan menjadi periode liburan. Maka wajar saja jika berbagai studio bersikeras untuk bersaing meraup keuntungan besar di bulan Juni.

Jika melihat film-film Hollywood yang hadir di Indonesia pada Juni lalu, memang agak sulit untuk membayangkan film Indonesia bisa unggul atau bahkan sekadar memberi perlawanan. Kita pun tentu masih ingat bagaimana bioskop-bioskop yang isinya hanya Wonder Woman atau Transformers: The Last Knight. Belum lagi masih ada beberapa judul lain seperti Pirates of the Carribean: Salazar’s Revenge, The Lost City of Z, dan The Mummy yang masih turut meramaikan.

Film Indonesia pun akhirnya secara total hanya menghadirkan 5 judul film selama bulan Juni. Mereka adalah Mantan, Surat Kecil untuk Tuhan, Sweet 20, Insya Allah, Sah!, dan Jailangkung. Ironisnya, dari lima judul film tersebut, empat di antaranya dirilis pada tanggal yang sama, yaitu 25 Juni atau bertepatan dengan Idul Fitri.

Dari lima film, hanya Mantan yang berbeda tanggal rilisnya. Film yang disutradarai oleh Svetlana Dea itu rilis pada 8 Juni. Tentu sang produser sendiri paham betul risiko yang akan dihadapi apabila bersikukuh merilis di tanggal tersebut. Gandhi Fernando, sang aktor yang juga bertindak sebagai produser, sadar bahwa secara otomatis film Mantan akan berhadapan langsung dengan film-film besar Hollywood.

Keputusan itu diakuinya bukan hanya modal nekad saja. Pria jebolan New York Film Academy tersebut pernah mengungkapkan pada tabloid Bintang, “Saya sudah punya rencana merilis film-film lain di semester kedua 2017, seperti Zodiac: Apa Bintangmu, Dongeng Mistis, dan Visionary. Jika Mantan diundur hingga Agustus, misalnya, maka jadwal rilis film-film tadi otomatis juga mundur hingga awal tahun depan.”

Hasilnya, film Mantan mau tak mau bersaing langsung dengan Wonder Woman yang merajai bioskop Indonesia. Belum lagi masih ada Pirates of the Caribbean dan The Mummy. Film yang diproduksi oleh Renee Pictures tersebut juga akhirnya hanya menarik sekitar 21 ribu penonton saja.

Bisa dibilang, hadirnya film Indonesia di bulan Juni sangat terbantu dengan bertepatannya Idul Fitri 1438 H. Pasalnya, di Indonesia sendiri Idul Fitri menjadi hal unik bagi perfilman nasional. Dengan hadirnya masa liburan, biasanya momen ini sering dimanfaatkan oleh orang-orang untuk ke bioskop sebagai alternatif hiburan.

Hal tersebut memang berpengaruh terhadap jumlah penonton yang hadir. Bahkan pada tahun 2016 lalu, dua “film lebaran” yang hadir di awal Juli, berhasil menembus satu juta penonton, yaitu Koala Kumal dan ILY form 38.000 Ft. Belum lagi film Sabtu Bersama Bapak dan Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea juga menarik banyak perhatian.

Untuk di bulan Juni 2017, hingga tulisan ini dibuat, total penonton film-film Indonesia mencapai angka 2.896.841. Angka yang jauh dari kesan buruk menurut saya. Di antara kelima film tersebut, Jailangkung yang paling laris dengan 1.406.556 penonton. Ya, angka ini masih akan terus bertambah setidaknya sebelum bioskop dijajah oleh Spider-Man: Homecoming hari Rabu besok.

Lalu bagaimana dengan potensi film-film Indonesia di bulan Juli ini?

Tentu kita tak ingin paceklik terjadi lagi pada film Indonesia. Dari segi jumlah, kali ini meningkat satu judul dibanding Juni lalu. Ada 6 film yang siap menemani selama Juli ini, mereka adalah Bukan Cinta Malaikat, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, Mars Met Venus (Part Cewek), The Doll 2, Petak Umpet Minako, dan TEN: The Secret Mission.

Selain itu, yang menyenangkan adalah kemungkinan besar jadwal perilisan akan kembali pada tiap hari Kamis. Ya, terkecuali untuk tanggal 6 nanti, tidak akan ada film Indonesia terbaru yang hadir. Hal ini adalah strategi yang tepat dari para studio. Pasalnya, memilih waktu tayang hanya sehari berselang setelah Spider-Man: Homecoming muncul, sama saja dengan bunuh diri. Jadi, film Indonesia yang baru akan hadir mulai 13 Juli nanti.

Dari deretan judul di atas, bulan Juli ini memang menarik. Alasannya karena film-film tersebut berasal dari berbagai genre. Ada drama, komedi, horor, hingga film laga. Secara sekilas, kemungkinan besar Filosofi Kopi 2: Ben & Jody akan menarik banyak perhatian jika dibandingkan dengan yang lain.

Filosofi Kopi 2: Ben & Jody garapan Angga Dwimas Sasongko ini adalah film yang terinspirasi dari cerita karangan Dewi Lestari dengan judul yang sama. Yang membuatnya berbeda adalah di film yang kembali dibintangi oleh Chicco Jerikho dan Rio Dewanto ini menyajikan cerita yang berdiri sendiri.

Seperti yang diungkapkan Dee, “Mereka hanya memakai karakter Ben dan Jody dari cerpen saya. Sementara dari segi cerita murni hasil pengembangan para penulis naskah film.” Film tersebut juga semakin menarik dengan hadirnya karakter wanita Brie dan Tarra, yang masing-masing akan diperankan oleh Nadine Alexandra serta Luna Maya.

Selain itu, film yang unik adalah Mars Met Venus (Part Cewek). Film garapan Hadrah Daeng Ratu tersebut mengingatkan pada The Disappearance of Eleanor Rigby. Film yang rilis pada 2013 tersebut juga memiliki tiga bagian, ‘Him’, ‘Her’, dan ‘Them’. ‘Him’ dan ‘Her’ bercerita dari sudut pandang masing-masing individu, sedangkan ‘Them’ yang dirilis satu tahu kemudian adalah versi yang telah diedit dari kedua film sebelumnya.

Yang berbeda adalah cerita Mars Met Venus memuat unsur komedi dan dirilis dalam waktu yang berbeda. Sedangkan The Disappearance of Eleanor Rigby ditayangkan dalam waktu yang bersamaan. Ya, film drama komedi yang dibintangi oleh Ge Pamungkas dan Pamela Bowie tersebut tentunya menarik untuk dipantau.

Bulan Juli ini juga hadir film dari sutradara Billy Cristian, yaitu Petak Umpet Minako. Sosok yang mencuri perhatian dari film Tuyul Part 1 dan Rumah Malaikat ini kembali menggarap film horor. Film ini adalah adaptasi dari cerita yang dikarang oleh penulis wattpad @manhalfgod.

Billy menyatakan bahwa film Petak Umpet Minako tak hanya sekadar horor semata, “Film ini tak cuma menawarkan kisah horor saja tapi ada kontennya. Ini gambaran anak muda sekarang yang peduli dengan cita-cita mereka. Intinya film ini tentang persahabatan, cinta, dan cita-cita. Saya akan berusaha setia dengan versi novelnya karena tidak mau elemen-elemen yang membuat menarik itu hilang. Tapi novel dan film itu beda, jadi pasti ada yang harus disesuaikan. Kalau di persentasi ya 80% filmnya akan sama dengan novelnya.”

****

Ya, film Indonesia di bulan Juli memang menarik. Berasal dari berbagai genre dengan keunikan dan potensinya masing-masing, tentu film-film tersebut akan memberi alternatif pilihan tontonan bagi kita.

Namun tetap harus diingat, bahwa bulan Juli akan ada saingan berat dari film-film Hollywood. Selain Spider-Man: Homecoming, masih ada karya Christoper Nolan, Dunkirk. Lalu jangan lupakan War for the Planet of the Apes dan Valerian and the City of a Thousand Planets.

Meski berat, harapan saya sih sederhana saja sebenarnya, semoga film Indonesia bisa memberi perlawanan di bioskop nantinya. Ya, dan mengembalikan ketertarikan saya untuk ke bioskop. Terutama setelah beberapa minggu lalu bioskop hanya diisi oleh Transformers: The Last Knight.


Kutu Kasur

"Most of us are losers most of the time, if you think about it." - Richard Linklater