Best Popular Films, Wacana Menggelitik dari Perayaan Oscar Mendatang


News Share to

 

Ketika John Bailey, presiden dari The Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengatakan untuk menambah kategori baru dalam perayaan Oscar mendatang berupa kategori ‘Best Popular Films’, semua orang baik pembuat film maupun kritikus film dibuat terkejut dengan perkataan tersebut. Tentunya ada yang setuju dan ada yang tidak.

Alasan John Bailey sendiri menambahkan kategori film terpopuler pada perayaan Oscar mendatang, bisa dibilang sebagai langkah panik dari The Academy, lantaran takut jika film seperti Black Panther (2018) tak akan bisa mendapat tempat di kategori Best Picture.

Mengingat Pada tahun 2009, The Academy mencoba memberi ruang bagi film-film yang lebih banyak dilihat. Pergeseran itu terjadi setelah The Dark Knight (2008), sebuah film superhero yang diakui secara kritis, tak masuk dalam kategori gambar terbaik. Meskipun film arahan Christoper Nolan tersebut menerima 8 nominasi dan menang dalam dua kategori. Pada saat itu film ini menang di kategori pemeran pendukung pria terbaik, yang diraih oleh Heath Ledger, dan Richard King yang meraih Penyunting Suara Terbaik.

John Bailey (Sumber: vanityfair.com)

Alasan lain berikutnya karena pihak The Academy juga panik lantaran mengenai rating acara Oscar yang setiap tahun selalu mengalami penurunan. Belum lagi masalah rekor penonton, rekor penonton terendah yang didapatkan Oscar pada tahun lalu adalah 26,5 juta orang, penurunan hampir 20 persen dari tahun sebelumnya. Padahal empat tahun lalu, Oscar memiliki penonton sebanyak 43,7 juta.

Atas hal ini John Bailey pun mengatakan bahwa, “Oscar setiap tahun selalu melakukan evaluasi dan perbaikan agar tetap relevan pada dunia yang terus berubah.”

Tak berhenti di situ saja, masalah dan masalah terus mengguncang pihak The Academy dalam beberapa tahun terakhir. Masalah kasus rasial yang begitu pelik di Hollywood, benar-benar menjadi masalah yang serius bagi kelangsungan Oscar.

Setelah aktor dan para pembuat film berkulit hitam yang hanya berfokus pada karakter-karakter berkulit hitam dan malah diabaikan untuk beberapa nominasi dalam perayaan Oscar pada tahun 2015 dan 2016, sebuah protes pun digulirkan. Tagar #OscarSoWhite menggema dan menjadi begitu sengit. Sehingga perubahan-perubahan inilah yang terus memaksa Oscar dan pihak The Academy untuk terus merubah beberapa regulasinya.

Ironi dari kategori Best Popular Films di Oscar adalah, apa kriteria penilaian untuk kategori tersebut? dan bagaimana menilainya. Jika memang alasannya murni untuk meningkatkan peringkat siaran dengan berpotensi memperkenalkan blockbuster ke jajaran pesaing, kategori Best Popular Films bisa menjadi hadiah hiburan bagi pembuat uang besar seperti film Black Panther.


Kutu Laut

a man who loving the film without thinking too much when the film is bad