Anthony Mackie dan Kerendahan Hatinya


News Share to

 

Anthony Mackie mungkin bukanlah tipe aktor yang sangat membutuhkan sebuah sorotan. Baginya membiarkan rekannya menjadi seorang bintang dan dia sebagai seorang yang mendapatkan karakter yang sifatnya hanyalah sebuah sidekick adalah suatu kepuasan sendiri baginya, seperti menjadi seorang rekan yang setia atau hal lainnya. Namun tentu saja ada beberapa pengecualian untuk hal ini, tetapi bagaimanapun juga dia adalah pria yang sangat menjunjung tinggi dalam hal ensemble.

Lihat saja bagaimana peran Mackie dalam Captain America: The Winter Soldier (2014) untuk melihat buktinya. Bahkan dalam perannya yang sangat kecil sekalipun, membuat orang-orang mengenali kehadirannya, membuktikan bahwa dia adalah orang yang sangat mengerti tentang dunia akting, dan dengan tanpa mengenal batasan dalam akting itu sendiri. Mackie membawa karakter-karakter yang ia perankan menjadi hidup dan membuat orang merasa penting atas kehadiran karakter tersebut.

(Sumber: wallpaperscraft.com)

Mackie tidak didorong oleh ketenaran dan kekayaan. Dia tampaknya memilih peran yang menarik baginya, dan dia menggali hal tersebut menjadi lebih besar. Ketika para penggemar Marvel menanyakan apakah spin-off dari Falcon akan dibuatkan, Mackie bahkan tidak ingin film tersebut terjadi.

Namun sesekali, ia secara implisit mengingatkan kepada penikmat film, bahwa ia juga bisa berperan sebagai orang yang berdiri di depan, dalam hal ini sebagai seorang karakter yang sangat sentral dalam filmnya. Baru-baru ini, Deadline mengabarkan bahwa dia akan kembali bereuni dengan teman serta rekannya di Marvel, Samuel L Jackson untuk film berjudul The Banker. Film tersebut didasarkan pada kisah nyata tentang dua pengusaha kulit hitam di Amerika pada era 1950-an yang merekrut seorang pria kulit putih (diperankan oleh Nicholas Hoult) untuk bertindak sebagai Honcho kepala perusahaan mereka.

(Sumber: comingsoon.net)

Tapi itu bukan satu-satunya berita menarik yang muncul mengenai peran Mackie selanjutnya, sebab daftar peran yang harus Mackie lakukan terus bertambah.

Mackie sudah tidak asing lagi bekerja dengan sutradara kelas A. Namun walaupun hal tersebut sangat sering dilakukannya, ia juga tidak lupa diri dan sering bekerja pada sutradara ataupun para aktor kelas B.

Kejutan terbesar ini datang, ketika ia dikabarkan akan memerankan sebuah karakter dalam film yang berjudul Synchronic, yang disutradarai oleh duo Aaron Moorhead dan Justin Benson, yang sebelumnya mengeluarkan film seperti Resolution (2012), Spring (2014), dan The Endless (2017). Duo ini membangun cukup reputasi untuk diri mereka sendiri di arus samping Hollywood dengan kata lain, indie.

Sutradara lain seperti Joe Lynch, dengan karya-karyanya seperti Everly (2014), Mayhem (2017) dan Wrong Turn 2, dikenal sebagai film thriller dengan bujet yang rendah tapi benar-benar menghibur, dan seharusnya layak mendapatkan pengakuan yang lebih luas. Lynch juga dikenal melalui remake Point Blank, sebuah film thriller asal Prancis tahun 2010 dan dengan nama yang sama, Mackie memerankan salah satu tokoh dalam film tersebut dan bekerja dengan sesama alumni Marvel yaitu Frank Grillo.

Akhirnya, Mackie juga akan menunjukan bakatnya ke beberapa film yang membahas masalah besar.

Mackie dan Frank Grillo (Sumber: conversationsabouther.net)

Yang pertama adalah Against All Enemies, yang akan membuat diri Mackie memainkan peran sebagai seorang aktivis yaitu Hakim Jamal. Ceritanya sendiri mengikuti perjalanan seorang agen FBI muda (diperankan oleh Kristen Stewart) yang harus menyelidiki aktris ikonik Jean Seberg ketika ia menjadi terlibat dalam gerakan yang menuntut hak-hak sipil di Los Angeles pada tahun 1960-an. Di tempat lain, Mackie juga akan membintangi bersama Jamie Foxx serta Elizabeth Banks di film yang berjudul Signal Hill, di mana dia akan bermain sebagai pengacara yang mendapat kasus atas kebrutalan polisi.

Kenyataannya, Mackie tidak pernah menggunakan status bintang Marvelnya untuk hal-hal lain. Ia malah mengangkat para pembuat film indie dan tertarik pada film-film yang berbicara mengenai kehidupan sosial, dan hal itulah yang membuat ia menjadi seorang pria yang sangat rendah hati. Tentunya para penggemar terus berharap bahwa Mackie harus selalu percaya pada hatinya dan memilih peran yang menggairahkannya sebagai tahapan untuk terus berkembang.


Kutu Laut

a man who loving the film without thinking too much when the film is bad