18 Juni 1942: Hari Lahirnya Kritikus Film Roger Ebert


Tokoh dan Sejarah Share to

Bisa dibilang, Roger adalah sosok penting dalam dunia perfilman. Ya, ia berhasil mempopulerkan kritik tentang suatu film pada masyarakat luas. Tak hanya melalui tulisan-tulisannya, tetapi juga lewat program-program ulasan film di televisi.

Roger Ebert memulai karier profesionalnya pada tahun 1966, sebagai wartawan dan penulis berita khas (feature) di Chicago Sun-Times. Ketertarikannya pada film akhirnya membawanya untuk mengunjungi set Camelot (1967), film yang dibintangi oleh Richard Harris sebagai King Arthur dan Vanessa Redgrave yang berperan sebagai Queen Guinevere.

Pada musim semi tahun 1967, Ebert mulai dipercaya sebagai kritikus film di Sun-Times, untuk menggantikan Eleanor Keane yang mundur dari kantor berita tersebut. Review pertama Ebert adalah Galia (1966), salah satu film dari generasi French New Wave.

Tahun 1975, Ebert menjadi kritikus film pertama yang berhasil memenangkan Pulitzer Prize for Criticism. Pulitzer adalah penghargaan bergengsi yang dianugerahkan pada para pelaku jurnalistik di Amerika Serikat. Penghargaan Pulitzer Prize for Criticism sendiri baru hadir sejak tahun 1970.

Selain meraih penghargaan, di tahun yang sama Ebert mulai merambah ke televisi. Dia bekerja sama dengan Gene Siskel, kritikus yang bekerja di Chicago Tribune, untuk program bulanan yang berjudul “Opening Soon at Theater Near You”, di stasiun televisi lokal. Beberapa waktu berselang, program ini akhirnya pindah ke PBS (Public Broadcasting System).

Siskel dan Ebert pun membuat sebuah format yang nantinya sangat populer: dua orang duduk di kursi bioskop, mendiskusikan film terbaru, lalu Siskel dan Ebert masing-masing memberi respon “thumbs up” (positif) atau “thumbs down” (negatif). Pada 1982, program ini mulai dikenal di seluruh negeri sebagai “At the Movies”. Empat tahun berikutnya, judulnya berganti menjadi Siskel & Ebert, yang akhirnya bertahan hingga 20 tahun ke depan.

Kritik Siskel dan Ebert yang penuh warna dan kelihaian dalam berdebat, selain membuat program mereka semakin digemari, juga seolah menahbiskan kepribadian mereka masing-masing. Namun sayangnya, duo tersebut harus terhenti di awal 1999 ketika Siskel meninggal dunia di usia 53. Ebert pun tetap melanjutkan programnya dengan beberapa bintang tamu sebagai co-host. Hingga akhirnya Richard Roeper dari Sun-Times diputuskan untuk menjadi anggota tetap.

Hidup Ebert jauh berbeda sejak 2002, ia dinyatakan mengidap kanker tiroid dan kelenjar saliva. Akhirnya ia harus menempuh pengobatan yang mengakibatkan Ebert rela untuk melepas rahang bawahnya. Hal yang membuat ia kehilangan kemampuan berbicara atau makan secara normal. Namun kemampuan menulisnya tak hilang dan tak terganggu sama sekali. Ia pun terus menerbitkan tulisan-tulisan secara berkala, baik itu secara online maupun cetak, hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 4 April 2013.

Meski banyak pro dan kontra terkait karya-karya Ebert, namun tak bisa dipungkiri bahwa Roger adalah salah satu sosok yang paling populer dan berpengaruh di dunia perfilman dan jurnalistik. Bahkan beberapa jurnalis lain seperti Kenneth Turan dari Los Angeles Times menyebut Ebert adalah “the best-known film critic in America.” Sedangkan Neil Steinberg dari Chicago Sun-Times menyebutnya “most prominent and influential film critic.


Kutu Kasur

"Most of us are losers most of the time, if you think about it." - Richard Linklater