10 Rekomendasi Film Adaptasi Karya Stephen King


Featured Share to
Stephen King (Credit: syfy.com)

Jauh sebelum It dirilis, film ini memang telah menarik banyak perhatian. Salah satunya adalah karena It merupakan adaptasi dari novel karya penulis terkemuka, Stephen King.

Bagi yang belum tahu, Stephen King adalah penulis yang berpengaruh besar terhadap dunia sastra. Dia dikenal dari karya-karya fiksinya yang bernuansa horor dan fantasi. Sepanjang kariernya, penulis kelahiran 21 September ini telah membuat 54 novel dan novella (tulisan fiksi yang lebih panjang dari cerpen tetapi lebih pendek dari novel. Sebuah genre yang umum di literasi Eropa), 6 buku non-fiksi, dan sekitar 200 cerita pendek.

Kepopuleran karya-karya King pada akhirnya membuat banyak orang terinspirasi dan tertarik untuk mengadaptasinya. Entah itu sebagai film, serial televisi, komik, drama, atau musik. Di medium film sendiri, pertama kali hadir melalui Carrie pada tahun 1976. Hingga kini ada sekitar 60 judul film yang mengdaptasi karya Stephen King, di dalamnya termasuk sekuel atau sekadar adaptasi lepas.

Oh ya, Kawan Kutu sudah menyaksikan It? Mungkin banyak dari kalian yang juga penasaran tentang cerita-cerita karangan Stephen King lainnya. Nah, di sini akan saya berikan beberapa rekomendasi film adaptasi karya Stephen King, yang rasanya terlalu sayang untuk dilewatkan.

10. The Mist (2007)

Nah, Kawan Kutu tentu sudah tak asing lagi dengan film ini. The Mist bercerita tentang orang-orang di Maine Town yang mencoba bertahan dari ‘serangan kabut misterius’.

The Mist (2007)/Credit: imdb.com

Di film ini, sutradara Frank Darabont terlihat mengeksplorasi tentang apa yang akan dilakukan oleh orang-orang jika berhadapan dengan kondisi yang tak biasa. Frank juga membuat akhir cerita yang jauh lebih suram dan gelap dibanding dengan apa yang ada di novelnya.

9. Apt Pupil (1998)

Diangkat dari novella terbitan 1982 dengan judul yang sama, Apt Pupil menghadirkan kisah yang menarik, karena memiliki keunikan tersendiri.

Brad Renfro dan Ian McKellen di Apt Pupil (1998)/Credit: imdb.com

Meski sutradara Bryan Singer melakukan perubahan jika dibandingkan dengan karya aslinya, namun dia tetap menjaga ide-ide yang ingin disampaikan oleh Apt Pupil. Lebih tepatnya tentang obsesi Todd Bowden terhadap Nazi dan ‘holocaust’. Selain itu, pendekatan Singer juga lebih mengeksplorasi tentang sisi sadomasokis, homophobia, dan homoeroticism. Ya, hal itulah yang membuat film Apt Pupil menjadi lebih gelap, meski tak terlalu brutal.

8. 1408 (2007)

Bercerita tentang Mike Enslin, seorang penulis yang sinis dan skeptis terhadap dunia supernatural. Namun ia merasa tertantang ketika mengetahui soal “kamar 1408” di The Dolphin, sebuah hotel di Lexington Avenue, New York.

John Cusack dan Samuel L. Jackson di 1408 (2007)/Credit: imdb.com

Mikael Håfström, sutradara film ini patut mendapat kredit tersendiri. Pasalnya, dia berhasil menghadirkan tensi melalui sisi psikologis, ketimbang adegan kekerasan nan berlumuran darah. Selain itu, John Cusack juga tampil brilian di bawah arahannya.

7. Dolores Claiborne (1995)

Diangkat dari novel dengan judul yang sama, Dolores Claiborne menawarkan sebuah psychological thriller yang menawan. Film ini berfokus pada ketegangan yang terjadi antara seorang ibu dan anak perempuannya.

Kathy Bates dan Jennifer Jason Leigh di Dolores Claiborne (1995)/Credit: imdb.com

Meski tak ada unsur supernatural, tetapi film ini menghadirkan ‘horor’ dari bentuk yang lain. Seperti kekerasan pada anak dan wanita, serta kecanduan alkohol. Sutradara Taylor Hackford juga menghadirkan lompatan-lompatan waktu secara halus. Membuat momen ‘flashback’ tak hanya menjadi sekadar pemanis dari garis waktu utama.

6. The Shawshank Redemption (1994)

Kawan Kutu tentunya tahu dong film The Shawshank Redemption. Film garapan sutradara Frank Darabont ini memang begitu populer, terutama sejak namanya terpampang sebagai film nomer satu di situs IMDB.

Kisah Andy Dufresne ini kenyataannya adalah sebuah adaptasi dari karya Stephen King. Cerita film ini diambil dari novella yang rilis pada 1982 berjudul ‘Rita Hayward and Shawshank Redemption‘. Meski tak bertema horor, tetapi ‘The Shawshank Redemption‘ sangat pantas untuk menjadi salah satu film adaptasi Stephen King terbaik.

5. The Shining (1980)

Jack Nicholson di The Shining (1980)

Stephen King mungkin tak setuju dengan The Shining versi film. Karena Stanley Kubrick sendiri memang tak terpaku dengan apa yang ada di dalam novelnya.

Namun kita semua tahu bahwa Kubrick selalu memberikan sentuhan dengan gaya khas di tiap filmnya. Dan hal itu pun membuat The Shining sukses melalui caranya tersendiri.

Pastinya Kawan Kutu sudah nonton dong film ini.

4. Stand by Me (1986)

Stand by Me adalah hasil adaptasi novella Stephen King yang berjudul The Body. Memang selain judul, ada perubahan lain yang dilakukan. Seperti setting tahun yang diganti menjadi 1959 dari materi aslinya 1960, dan lokasi Castle Rock diubah menjadi Oregon dari Maine.

Film ini bercerita tentang petualangan empat anak laki-laki yang mencari jasad seorang anak yang dianggap sudah hilang dan meninggal.

River Phoenix, Corey Feldman, Wil Wheaton, dan Jerry O’Connell di Stand by Me (1986)

Meski memiliki beberapa perbedaan dari materi aslinya, tetapi hal itu ternyata tak memengaruhi kualitas Stand by Me. Rob Reiner, selaku sutradara memang berperan penting di sini. Dia disebut-sebut bisa membawa narasi khas The Body yang terbilang lumayan kompleks.

Ya, bahkan Stephen King sendiri mengagumi film ini. Dia juga menganggap bahwa Stand by Me adalah film pertama yang sukses menerjemahkan karyanya.

3. Misery (1990)

Empat tahun setelah Stand by Me, Rob Reiner kembali menyuguhkan sebuah adaptasi brilian dari tulisan Stephen King. Diambil dari buku terbitan 1987 dengan judul yang sama, Misery menjadi film yang dianggap paling menyeramkan dari seluruh adaptasi karya Stephen King.

Kathy Bates dan James Caan di Misery (1990)

Bercerita tentang Paul Sheldon, seorang penulis terkenal yang membuat karakter bernama Misery Chastain di dalam bukunya. Hidup Paul pun berubah dan nyawanya terancam, saat ia berjumpa dengan Annie, yang merupakan fans beratnya.

Selain dari kemampuan Reiner dan penulis skrip William Goldman, film ini juga disanjung berkat para pemerannya. Terutama Kathy Bates, yang berperan sebagai Annie. Bahkan Bates memenangkan Academy Awards melalui film ini, yang membuatnya menjadi satu-satunya aktor film adaptasi Stephen King yang meraih penghargaan tersebut (hingga saat ini).

2. The Dead Zone (1983)

The Dead Zone sendiri bercerita tentang Johnny Smith, seseorang yang memiliki kemampuan khusus setelah bangun dari koma. Dia mampu melihat masa lalu seseorang dengan cara melakukan kontak fisik. Johnny pun diminta Sheriff untuk membantunya memecahkan kasus pembunuhan berantai.

Christopher Walken dan Brooke Adams di The Dead Zone (1983)/Credit: imdb.com

Selain karena kisahnya diangkat dari tulisan Stephen King, salah satu alasan film ini menjadi rekomendasi adalah sosok David Cronenberg. David adalah sineas yang dikenal sebagai pencipta ‘body horror’. Ya, sebuah genre yang menampilkan perusakan atau degenerasi fisik. Biasanya berhubungan dengan mutilasi, mutasi, parasit, atau perubahan tak natural dalam tubuh yang pada akhirnya menciptakan suatu monster.

Film ini menghadirkan kisah yang cukup kompleks namun tetap menarik untuk disaksikan. The Dead Zone bisa dibilang menjanjikan sebuah film yang mengerikan, terutama dari apa yang ‘dilihat’ si protagonisnya.

1. Carrie (1979)

Carrie adalah film pertama yang mengadaptasi karya Stephen King. Kisah film ini diambil dari novel terbitan 1974 dengan judul yang sama. Bercerita tentang Carrie White, seorang remaja perempuan yang pemalu dan tak memiliki teman. Namun Carrie memiliki kemampuan telekinesis, yang ia gunakan untuk membalas dendam.

Sissy Spacek di Carrie (1979)

Film ini adalah hasil garapan sutradara Brian De Palma, sineas yang menjadi bagian dari generasi New Hollywood. Carrie pun dianggap sebagai salah satu film terbaik yang rilis di tahun 1976. Dua pemeran di film ini, Sissy Spacek dan Piper Laurie, juga mendapat pujian berkat penampilannya. Nama mereka akhirnya masuk ke nominasi Academy Awards, untuk kategori Best Actress in a Leading Role dan Supporting Role.

De Palma memang berperan besar di film ini. Mulai dari gaya penuturan cerita, pergerakan kamera, dan terutama editingnya harus diacungi jempol. Dia bisa menggabungkan ketegangan dan perasaaan sentimentil dari adegan ke adegan. Nuansa yang dibangun dan dijaga sepanjang film pun akan terlihat pada momen puncaknya.

***

Ya, itulah 10 rekomendasi film adaptasi dari karya-karya Stephen King. Bagaimana menurut Kawan Kutu, apa film favorit Stephen King kalian?


Kutu Kasur

"Most of us are losers most of the time, if you think about it." - Richard Linklater